SuaraKaltim.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) sedang melakukan persiapan membangun pabrik minyak goreng skala kecil, untuk meningkatkan nilai tambah warga setempat sekaligus memenuhi kebutuhan setidaknya bagi warga Benua Etam.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal belum lama ini. Ia menyebut, pembahasan sudah dilakukan.
"Sebagai langkah persiapan pendirian pabrik, kami sudah melakukan pembahasan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop), dan UMKM Kaltim pada Selasa, empat hari lalu," katanya, melansir dari ANTARA, Minggu (07/07/2024).
Ia menjelaskan, kolaborasi antara sektor perkebunan dan perindustrian sangat penting untuk meningkatkan produksi minyak goreng lokal, termasuk sebagai upaya mendongkrak ekonomi regional, karena perkebunan kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng Kaltim berpotensi untuk hilirisasi.
Luas perkebunan area kelapa sawit di Kaltim mencapai 1.411.861 hektare (ha), baik kelapa sawit milik perusahaan besar maupun perkebunan rakyat.
"Rinciannya adalah perkebunan sawit yang dikuasai oleh perusahaan besar swasta dengan luas sekitar 972 ribu ha, kemudian perkebunan sawit rakyat dengan luas sekitar 373 ribu ha," jelasnya.
Ia mengatakan, dari luas tersebut produksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 19,2 juta ton atau setara dengan 3,8 juta ton crude palm oil (CPO).
Mengingat besarnya potensi itu, maka peluang mendirikan pabrik minyak goreng sawit sangat terbuka, terutama jika dikaitkan dengan adanya inovasi teknologi pengolahan kelapa sawit yang direkomendasikan oleh Dirjen Kementerian Pertanian.
"Rekomendasi teknologi pengolahan minyak goreng tersebut direkomendasi dengan banyaknya bahan baku TBS berasal dari perkebunan rakyat, yakni dibangun secara swadaya bersama petani," lanjutnya.
Baca Juga: Lebaran Bawa Kebahagiaan Baru, Harga TBS Sawit di Kaltim Naik Hingga Rp 2.667,50
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Disperindagkop juga memberikan pandangan, yakni pihak terkait dapat mendukung sesuai kewenangan masing-masing, seperti pelatihan dan bantuan pendanaan untuk pengusaha kecil dan menengah di sektor perkebunan.
Pertemuan juga membahas berbagai aspek teknis, operasional, dan sosial ekonomi, termasuk kesiapan lahan, teknologi produksi yang akan digunakan, dampak ekonomi yang diharapkan mendongkrak pendapatan masyarakat setempat.
"Dan sepakat mengawasi pelaksanaan proyek pabrik tersebut," lugasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla