SuaraKaltim.id - Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memberantas praktik politik uang menjelang Pilkada 2024. Praktik tersebut dinilai sangat membahayakan untuk demokrasi Indonesia.
Mereka menyyebut, hanya dengan lembaran uang rupiah, membuat masyarakat terkadang masih terlena dengan dampak yang ditimbulkan akibat praktik politik uang tersebut.
Ini menjadi sorotan oleh Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi, akan bahayanya praktik politik uang. Masyarakat diminta untuk menolak pemberian oleh siapapun, menjelang masa rawan Pilkada dalam waktu dekat.
"Misalnya saja kalau diberi 500 ribu per orang, kalau ditotal dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kaltim, maka akan dibutuhkan sekitar Rp 1 triliun lebih yang dikeluarkan, apa tidak mungkin, yang memberi ini tidak meminta kembali uangnya lewat cara-cara kotor," ucap Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Selasa (27/08/2024).
Tepat pada 27 November 2024 nanti, pasangan petahana tersebut akan kembali bertarung di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim untuk periode selanjutnya. Pihaknya menekankan agar masyarakat Kaltim bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.
Isran Noor bersama Hadi Mulyadi pun, berkomitmen ikut memberantas permasalahan politik uang yang masih menjadi perhatian hingga saat ini.
"Kami akan ikut pantau, biar masyarakat yang memantau langsung nanti seperti apa," tegasnya.
Menurut Isran Noor, menjadi seorang gubernur adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat Kaltim, bukan untuk memperkaya diri sendiri.
"Kalau mencari kekayaan jangan jadi gubernur, bisa tapi korupsi. Resikonya besar, kalau tidak ditangkap KPK akan dihajar di dalam kehidupan secara langsung," pungkasnya.
Baca Juga: ISBI Kaltim: Kampus Seni yang Dihidupkan Kembali untuk Melestarikan Kearifan Lokal
Selain itu, Kaltim saat ini menduduki peringkat lima terkait Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tertinggi se-Indonesia, dengan skor 77,04 poin. Peringkat pertama diisi oleh Jakarta dengan 88,95 poin, diikuti Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Jawa Barat.
"IKP mencakup dimensi sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi. Data ini penting untuk merancang program pencegahan dan mengantisipasi masalah yang mungkin timbul,” jelas Galeh selaku Anggota Bawaslu Kaltim, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Kendati begitu, Galeh juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim, agar tidak tergiur dengan praktik politik uang, yang mengancam keseimbangan demokrasi di Indonesia, khususnya Kaltim.
"Bagi siapapun yang menemukan praktik politik uang jelang Pilkada, jangan takut untuk melaporkan ke Bawaslu," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
6 Mobil Bekas 50 Jutaan untuk Keluarga dengan Spek Gahar dan Nyaman
-
4 Mobil Kecil Bekas Murah yang Bandel dan Ekonomis, Pilihan Logis Keluarga Baru
-
5 Mobil 3 Baris Bekas 50 Jutaan: Muat hingga 8 Orang, Bikin Keluarga Tenang
-
5 Mobil LCGC Bekas 50 Jutaan Tahun Muda yang Mudah Dikendalikan
-
4 Motor Matic untuk Harian Anak Muda yang Keren dan Bertenaga