SuaraKaltim.id - Aksi kekerasan kembali dilakukan oknum polisi. Peristiwa nahas tersebut dialami NA wanita berusia 19 tahun, di Balikpapan.
NA dianiaya dan diancam oleh pacarnya, seorang Bripda berinisial MW dengan umur 21 tahun. Kasus ini sudah dilaporakan NA ke Polda Kaltim, ahal itu juga dibenarkan Kuasa Hukum korban, Adi Saputra.
"Betul, 2 hari lalu sudah kami laporkan ke Propam Polda Kaltim dengan laporan dugaan tindak penganiayaan berat dan ancaman pembunuhan," ujar Adi, saat dihubungi melalui aplikasi pesan instan, Jumat (30/08/2024).
Adi Saputra yang merupakan seorang pengacara dari FJ Law mengatakan, korban sudah mengalami penganiayaan usai terduga pelaku menjalani pendidikan polisinya. Korban bahkan mengaku, sudah pernah melaporkan kasus senada namun mendapat tekanan untuk mencabut laporannya.
"Korban berpacaran 3 tahun, dari korban awal hubungan mereka sudah toxic, setelah dia pendidikan baru berani main tangan."
"Bahkan ini sudah laporan ke dua. Laporan pertama bulan Maret lalu sebagai laporan tindak asusila dan ingkar janji, tapi di waktu bersamaan dicabut karena mendapat tekanan dan dijanjikan keluarga oknum tersebut tidak akan berbuat kasar lagi dan akan dinikahi," jelasnya.
Adi merinci, kekerasan yang dialami korban mulai dari pembenturan kepala dengan kepala, sampai korban yang ditabrak dengan mobil terduga pelaku.
Adi menegaskan, ancaman juga diterima NA dalam bentuk obrolan di aplikasi pesan instan dan media sosial (Medsos). Ancaman yang diterima ialah pembunuhan.
"Kepala korban pernah dibenturkan ke kepala MW saat berada di rumah terduga pelaku, korban juga merasa tertekan dan takut karena saat itu terduga juga memegang pisau, lalu saat akan kabur terduga pelaku sengaja menyenggolkan spion mobil ke bahu korban. Untuk ancaman pembunuhan kami ada kumpulkan bukti chatnya," terangnya.
Baca Juga: Kandidat Tunggal Pilwali Samarinda: Andi Harun-Saefuddin Terima Dukungan 10 Partai
Sebagai Kuasa Hukum, Adi menyayangkan tindakan terduga pelaku yang tempramentan dan bisa lolos sebagai anggota Polri tersebut. Ia lantas mempertanyakan test psikologi yang dilalui terduga.
"Itu dipertanyakan test psikologinya kok bisa masuk polisi, karena sikapnya yang berani menganiaya wanita," ucapnya.
Kini, Adi dan korban tengah menunggu kepastian hasil dari laporan mereka di Polda Kaltim. Ia menerangkan, pihaknya akan menyerahkan seluruh penyelidikan kepada polisi.
"Kami percayakan proses hukum kepada pihak Kepolisian Polda Kaltim," sebutnya.
Dikonfrimasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kaltim Kombes Yulianto menyebut, akan memeriksa secara lebih menyeluruh kasus ini. Jika benar adanya, ia memastikan pihaknya bakal memproses terduga pelaku sesuai aturan.
"Kami akan dalami dulu pengaduan ini, jikalau nantinya hasil pemeriksaan terpenuhi unsur-unsur pelanggaran ataupun pidananya, pasti akan di proses sesuai aturan yg berlaku," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI
-
BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform