SuaraKaltim.id - Anugrah Dwi Anvari berhasil menyabet juara 2 dalam Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia 2024 yang diselenggarakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemuda asal Samarinda itu mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia mengatakan ada ratusan pemuda-pemudi dari 36 provinsi se-Indonesia yang menampilkan keterampilan mereka dalam kesenian tersebut. Kegiatan kreativitas ini diselenggarakan selama tiga hari pada 29-31 Agustus 2024.
“Alhamdulillah mendapatkan juara 2, awalnya saya sangat tidak menyangka bisa mendapatkan juara. Karena yang saya lihat dari peserta lain, karya-karyanya sangat bagus sekali,” kata Anugrah, saat dihubungi melalui aplikasi pesan instan, Senin (09/09/2024) siang.
Dirinya menjelaskan, dalam perlombaan tersebut ia mengambil tema ikon atau maskot yang mempresentasikan daerahnya. Ia pun memilih membuat alat musik Sape dengan perpaduan kain tenun Ulap Doyo.
“Karya yang dibuat sebelum berangkat kesini 70%, kemudian ketika di Banjarbaru selama tiga hari itu 30% nya diselesaikan di lokasi. , saya mengangkat ikon naga yang dipercayai oleh masyarakat suku Kutai, Dayak dan masyarakat lainnya. Saya juga mengkombinasikan kain tenun Ulap Doyo di sape yang saya buat,” jelasnya.
Adapun alasan ia membuat Sape pada bagian badannya kosong, agar para musisi Sape bisa merespon karyanya dan mengisi kekosongan tersebut dengan kebudayaan yang ada di daerah mereka masing-masing.
“Hanya bagian kepalanya saja yang saya ukir. Untuk badannya tidak, saya berharap para musisi-musisi yang punya keinginan untuk alat musik yang mereka miliki, bisa merespon karya saya dan mengisi bagian yang sengaja saya kosongkan,” ujarnya.
Tidak hanya sampai disitu saja, Anugrah juga mengajak kepada para seniman khususnya bidang kriya agar mau keluar, berinteraksi antar sesama dan membuat ekosistem yang sehat dalam mendukung pariwisata di Kaltim.
“Sama-sama mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan zaman serta pertumbuhan pariwisata di Provinsi Kaltim,” ucapnya.
Baca Juga: KPU Samarinda Tunda Penutupan Pendaftaran, 7 Partai Masih Belum Lengkapi Persyaratan
Untuk persiapan sebelum lomba, ia membuat karyanya sampai 70% saja, sisanya di selesaikan di lokasi lomba, Banjarbaru.
Bahannya, ia mengaku mengambil limbah kayu, di Talang Sari ada pemotongan pohon.
"Saya bawa ke studio, lalu mulai memotong dan membentuk pola sape. Kemudian, pengukiran kepala awal dasar, dan belanja peralatan seperti item-item dalam pembuatan sape," sebutnya.
Pengalamannya waktu lomba, ia mengaku merasa tegang karena banyak para peserta lain menampilkan karya yang sangat bagus. Menurutnya, mereka mewakili provinsi masing-masing dengan konsep atau ikon tertentu.
"Ada yang membuat tugu, arca, tenun, membatik, tas anyam dari tumbuhan," imbuhnya.
Ia mengaku, tak menyangka akan mendapatkan posisi juara kedua. Baginya, kualitas dari peserta lain sangat bagus.
Ia menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas apa yang ia raih. Ia ingin, karyanya bisa berkolaboratif dan interaktif dengan seniman musik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Klarifikasi Pemprov Kaltim Terkait Flyer Debat Rudy Mas'ud vs BEM KM Unmul
-
Polisi Viral Merokok Sambil Nyetir: Saya Berjanji Takkan Mengulangi Lagi
-
Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi
-
Berpangkat AKBP, Polisi Ngeyel Ditegur Merokok Sambil Nyetir Akhirnya Minta Maaf
-
Klarifikasi Lagi! Pemprov Ungkap Isu Rehab Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp25 Miliar