SuaraKaltim.id - Program pendidikan gratis hingga S3 milik pasangan calon (Paslon) Rudy Mas'ud-Seno Aji menjadi sorotan oleh Pengamat Ekonomi dari Universitas Mulawarman, Purwadi.
Program tersebut katanya, membutuhkan anggaran yang fantastis untuk bisa terealisasikan. Bahkan menurutnya, program itu akan mempengaruhi keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur (Kaltim) nantinya.
Purwadi mengatakan, program yang digagas oleh Rudy-Seno sangat memungkinkan untuk direalisasikan. Namun, ada sejumlah tantangan yang harus dilewatinya.
Purwadi juga menyatakan, selain membutuhkan anggaran yang sangat besar, program tersebut juga harus tepat sasaran.
"Tentu perlu perhitungan matang dengan data-data yang konkret. Jangan sampai salah sasaran juga," tegasnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Senin (07/10/2024).
Pada 2025, APBD Kaltim telah disahkan dengan total Rp 21 triliun. Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ada sekitar 309.594 pelajar dari jenjang SMA dan Perguruan Tinggi.
Maka, anggaran mencapai triliunan pun harus digelontokan pada sektor pendidikan. Belum lagi sektor-sektor yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kemajuan Bumi Mulawarman.
Purwadi pun memberikan tanggapan, terkait pengaruh program tersebut terhadap keseimbangan APBD Kaltim di masa mendatang.
"Lihat dari sudut pandang pengelolaannya. Kenapa banyak pendapat soal pengaruhnya terhadap keseimbangan APBD Kaltim, karena cara pengelolaan anggaran yang belum dirincikan secara detail dan berapa angka pastinya," sebutnya.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Industri, Disnakertrans Kaltim Targetkan Pengangguran di Bawah 5%
Kemudian, Purwadi juga menyorot program pendidikan dari paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi. Pasangan itu juga akan mempertahankan program Beasiswa Kaltim Tuntas.
Tercatat, jumlah beasiswa yang disalurkan pada 2019-2023 sebesar Rp 1,2 triliun. Di mana ada 176.653 penerima saat itu.
"Dua program dari paslon sangat memungkinkan. Tinggal bagaimana cara perhitungan dan realisasinya ke depan, serta cara penterjemahannya ke masyarakat," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan