SuaraKaltim.id - Video sekelompok pemuda asal Kalimantan yang mendatangi area pertambangan viral di media sosial baru-baru ini.
Dalam video tersebut, tiga orang pemuda Kalimantan terlihat menyaksikan tanah yang sudah dikeruk mejadi area tambang.
Mereka pun merekam area pertambangan tersebut seraya memperlihatkan keseluruhan tanah di depan matanya yang sudah berubah.
Tanah yang semula berwarna cokelat oranye itu berubah menjadi kehitaman untuk kawasan tambang.
Perekam video pun menuliskan kalimat sindiran bahwa mereka sebagai putra daerah hanya bisa menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri.
"Kami putra daerah hanya jadi penonton di tanah kelahiran kami sendiri," tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @selebgramtambang pada Kamis (10/10/2024).
Video tersebut memiliki banyak arti. Bisa diartikan seakan mereka sebagai putra daerah hanya bisa menyaksikan tanah mereka dikeruk untuk area pertambangan.
Bisa juga diartikan mereka tidak dilibatkan sebagai putra daerah di area pertambangan tersebut dan hanya jadi penonton saja.
Alhasil, keterangan dalam video pun mempertanyakan apakah putra daerah harus diutamakan.
Baca Juga: Kasus Asusila di Kukar: Pemuda 23 Tahun Rayu Gadis SMA ke Penginapan
"Video yang diunggahnya viral di berbagai media sosial dan ditanggapi berbagai macam respon warganet yang pro dan kontra. Apakah putra daerah harus yang diutamakan?" ujar keterangan dalam postingan tersebut.
Netizen pun menanggapi spekulasi tersebut dengan berbagai reaksi, ada yang mendukung dan ada juga yang ikut menyinggung.
"Mungkin gr2 gak punya skil jd gk di ajak," ujar netizen.
"Kebanyakan yang pake statement begini putra daerah yang males kerja, giliran di kasih kerja mau nya yang gampang tapi minta gaji gede.. Ngga sedikit putra daerah yang berhasil mapan kerja di tempat sendiri, intinya kerja jangan pilih pilih kalo skill nya ngga ada..," tulis netizen.
"Itulah sebabnya csr perusahaan biasanya di pertonton kan. Biar dunia tau bahwasannya perusahan A yang berdiri di tanah A, ada sumbangsi nya kepada masyarakat setempat. Bisa berupa kesehatan, pendidikan, ekonomi. Kalo ada yang merasa tidak menerima bantuan tsb, coba tanyakan ke RT, camat di situ," jelas netizen.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat