SuaraKaltim.id - Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Bontang baru memanggil 4 Lurah dari total 15 orang untuk dimintai keterangan terkait pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di instansi mereka. Salah satu materi yang ditanyakan petugas kepada mereka terkait laporan pertanggungjawaban kegiatan Bimtek.
Hal itu disampaikan Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing belum lama ini. Ia mengatakan, para pejabat yang dipanggil dimintai keterangan terkait pelaksanaan Bimtek yang sudah dilakukan.
Katanya, penyidik menanyai terkait peserta yang dilibatkan, besaran anggaran, dan laporan pertanggungjawaban kegiatan kepada keempat lurah.
"Jadi materinya umum saja. Kami masih klarifikasi saja. Total sudah 4 lurah yang dipanggil," ucapnya, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (10/10/2024).
Lebih lanjut, untuk 11 lurah lainnya masih menunggu jadwal kesiapan masing-masing. Sejumlah lurah masih berhalangan hadir karena beberapa alasan, semisal cuti hingga masih ikut dinas luar daerah.
Kapolres Alex mengaku, hingga hari ini penyidik masih berfokus pada keterangan. Setelah seluruh rangkaian pemanggilan selesai, akan dipelajari apakah ada temuan hukum hingga kerugian negara dari kegiatan yang dikerjakan.
"Untuk sisanya bertahap yah. Karena kita sesuaikan jadwalnya juga masing-masing lurah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas