SuaraKaltim.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap tiga individu yang terkait dengan dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (08/10/2024). Ketiga pihak tersebut berinisial AFI, DD, dan ROC, namun tak satu pun hadir memenuhi panggilan.
Menurut informasi yang diperoleh, ketiga nama tersebut adalah mantan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak (AFI), Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, Dayang Donna Walfiaries (DD), dan Rudy Ong Chandra (ROC), seorang komisaris beberapa perusahaan tambang di Kaltim.
Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Namun, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyampaikan bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang hadir pada hari yang ditentukan.
"Semua tidak hadir," kata Tessa, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Jumat (11/10/2024).
Awang Faroek dan Rudy Ong dikabarkan tidak bisa hadir karena alasan kesehatan, sementara Dayang Donna meminta penundaan karena keterlibatannya dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada).
"AFI dan ROC melaporkan kepada penyidik bahwa mereka sakit. DD mengajukan penundaan karena fokus pilkada," ujar Tessa.
KPK telah memulai penyidikan terkait dugaan suap IUP di Kaltim sejak 19 September kemarin. Sejumlah pihak telah ditetapkan sebagai tersangka, namun identitas mereka belum diungkapkan secara resmi oleh KPK. Pengumuman mengenai tersangka akan dilakukan setelah proses penahanan.
"Kami telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka," ujar Tessa di Gedung KPK pada 26 September 2024 lalu. Meski demikian, rincian lebih lanjut mengenai para tersangka masih dirahasiakan hingga ada langkah penahanan.
Baca Juga: Penggeledahan Masih Berlanjut, KPK Tetapkan Tersangka Termasuk Awang Faroek?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Hadirkan Fitur Tebus Gadai di BRImo
-
Polemik Iuran BPJS Memanas, Wali Kota Samarinda Tantang Tim Ahli Gubernur Kaltim
-
Pemprov Kaltim Rincikan Anggaran Renovasi Rumah Dinas Gubernur Rp25 Miliar
-
Wali Kota Samarinda Tolak Penghapusan Iuran BPJS, Begini Jawaban Pemprov Kaltim
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi