SuaraKaltim.id - Kepemimpinan Isran Noor sebagai Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2018–2023 diklaim telah membawa berbagai kemajuan signifikan bagi provinsi tersebut.
Sebagai putra asli Bumi Mulawarman, Isran berhasil mengubah berbagai sektor dengan pendekatan yang rendah hati dan komitmen tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat, tanpa mengharapkan pujian.
Dalam 5 tahun masa kepemimpinannya, ia mengaku berhasil meningkatkan surplus perdagangan Kaltim dari Rp 201 triliun pada 2018 menjadi Rp 334 triliun pada 2023 kemarin.
Pencapaian tersebut juga mendorong kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Rp 28 triliun menjadi Rp 76 triliun dalam kurun waktu yang sama.
Perkembangan ekonomi yang pesat ini berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Kaltim.
Meskipun berhasil mencapai berbagai prestasi besar, Isran tetap merendah dan menekankan bahwa apa yang dilakukannya murni untuk kesejahteraan masyarakat.
“Saya tidak pernah minta puji, minta disanjung, karena saya berbuat untuk masyarakat Kaltim,” ujar Isran dengan tegas, dikutip dari keterangan resminya, Senin (11/11/2024).
Dalam orasi kampanyenya di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Isran Noor mengungkapkan harapannya agar Sepaku menjadi daerah yang makmur dan maju di masa depan.
Ia menekankan, saat ini daerah tersebut masih dalam tahap penataan, sehingga ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka.
Baca Juga: Aroma Ketidakadilan di Debat Pilkada Kaltim? Tim Hukum Isran-Hadi Desak Transparansi KPUD
Dengan berfokus pada pendidikan sebagai fondasi kemajuan, ia menjanjikan pemerintah provinsi (Pemprov) dan kabupaten akan menyediakan beasiswa untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk persiapan sumber daya manusia yang mumpuni bagi daerah yang kini menjadi perhatian nasional.
Selain memaparkan visi dan komitmen untuk masa depan, Isran juga mengenang masa lalunya sebagai penyuluh pertanian lapangan di daerah itu 40 tahun lalu.
“Dulu saya sudah keliling-keliling menikmati jalan yang susah. Dulu kita mau ke Sepaku Semoi tidak lewat KM 38, tapi lewat kelotok Teluk Balikpapan,” kenangnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Isran bukan hanya mengenal daerah yang kini ia pimpin dari permukaan, tetapi juga telah memahami liku-likunya sejak lama, menjadikan komitmennya pada kemajuan Sepaku bukan sekadar janji kosong.
Isran Noor optimis bahwa Sepaku dan Semoi suatu hari nanti akan menjadi kawasan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya