SuaraKaltim.id - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Husni Fahruddin menjelaskan alasan keterlambatan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan atau AKD di DRPD Kaltim. Hal itu disampaikan pria yang kerab disapa Ayub ini pada Senin (09/12/2024).
Ia menyampaikan, terlambatnya penetepan komposisi AKD ini salah satunya disebabkan oleh komposisi kementerian Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) tidaklah sama seperti yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan pembagian bidang komisi sesuai dengan ritme pusat,” ujar Ayub, dikutip dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Jumat (12/12/2024).
Politisi Golkar itu mencontohkan, seperti pemisahan bidang pendidikan dengan kebudayaan, atau kehutanan dengan lingkungan hidup. Maka dari itu, penyesuaian bidang kerja di komisi menjadi penting, agar tidak terjadi ketimpangan.
Kendati pembentukan AKD yang sebelumnya bakal diketuk palu pada 11 November lalu itu urung terlaksana, namun Ayub memastikan bahwa kerja-kerja anggota dewan untuk masyarakat tidak menghadapi masalah yang berarti.
Apalagi, kata dia, anggaran di 2025 telah diselesaikan tahun lalu, sehingga kegiatan dewan tetap berjalan sesuai jadwal.
"Saat ini, kita masih fokus menyinergikan bidang kerja di tiap komisi. Sekitar 5-10 hari lagi, AKD akan selesai,” ucapnya.
Di sisi lain, Ayub sampaikan, partainya memang mengincar posisi strategis di AKD yang saat ini masih dibahas.
Penempatan anggota Fraksi Partai Golkar di tiap komisi bakal diputuskan sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi dengan fraksi-fraksi.
Baca Juga: Hari Anti Korupsi: Aksi Cosplay Soroti Tambang Ilegal dan Politik Dinasti di Kaltim
“Belum ada keputusan pasti, tapi kemungkinan Golkar akan mengincar komisi strategis seperti Komisi 4 yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Ini sesuai dengan program Gubernur, seperti kesehatan gratis dan perumahan untuk masyarakat,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas