SuaraKaltim.id - Wakil Wali Kota Bontang terpilih, Agus Haris, memastikan bakal mengawal program prioritas kepala daerah, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem di Bontang.
Ia bahkan menyebut, dengan kolaborasi seluruh elemen, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), persoalan ini bisa tuntas dalam 30 hari.
Agus Haris menjelaskan, dia bakal memastikan program prioritas yang dicanangkan Wali Kota terpilih, Neni Moerniaeni, berjalan dan tuntas.
Sebagai wakil, kata Agus, dia akan membantu wali kota menjalankan seluruh program kerjanya, dan memastikan koordinasi dari tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kecamatan, hingga kelurahan benar-benar terlaksana. Hal itu disampaikan Agus pada Sabtu (28/12/2024) petang kemarin.
"Jadi, apa yang ditegaskan bu Neni [prioritas pengentasan miskin ekstrem] selaku wali kota terpilih, insha Allah saya sebagai wakil terpilihnya, saya pastikan persoalan miskin ekstrem itu harus selesai dan tuntas," kata Agus, dikutip dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu (29/12/2024).
Agus Haris menegaskan, persoalan miskin ekstrem di Bontang sejatinya bisa tuntas hanya dalam tempo satu bulan atau 30 hari. Bontang, sebutnya, diapit sejumlah perusahaan besar berskala internasional, seperti PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Badak LNG. Pemkot dan perusahaan bisa berbagi tanggung jawab mengentaskan miskin ekstrem ini.
"Datanya [miskin ekstrem] sudah ada, tinggal dipanggil stakeholder itu, panggil perusahaan, dirapatkan bersama. Saya yakin, tidak sampai 100 hari, paling satu bulan kelar itu," tegasnya.
Politikus Gerindra ini menegaskan, keberadaan miskin ekstrem telah didata. Data terakhir, ada 42 KK atau 149 orang masuk kategori miskin ekstrem. Yang dibutuhkan kemudian, kata dia, melihat aspek kebutuhan masing-masing warga yang masuk kategori itu.
Misal dalam aspek pendidikan, anak dari keluarga miskin ekstrem disekolahkan. Bila ada keinginan berusaha, diberi bantuan permodalan. Bila tak punya tempat tinggal, dibuatkan tempat tinggal layak.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Susun RPKD untuk Tekan Angka Kemiskinan Hingga Nol Persen
"Berapa sih itu. Ditanggung dua perusahaan dan perusahaan lain di Bontang saja bisa tanpa perlu APBD ikut campur. Minta tanggung jawab sosialnya perusahaan, selesai juga itu," katanya.
Agus Haris bahkan berpendapat, anggaran perusahaan lebih baik dialokasikan untuk pengentasan miskin ekstrem, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat Bontang.
Ketimbang uang miliaran rupiah digunakan untuk mensponsori klub bola Liga 1 yang posisinya pun tidak di Bontang.
"Mending anggaran miliaran rupiah itu dialokasikan untuk miskin ekstrem. Lebih ada manfaatnya ketimbang bantu klub bola," katanya.
Dia menambahkan, “Yang menikmati bunyinya pabrik, bunyi truk kalau lewat, baunya amoniak, itu orang Bontang. Kenapa malah bantu ke sana [luar Bontang]?."
Menurutnya bila perusahaan ikut andil dalam pengentasan miskin ekstrem, APBD bisa dimanfaatkan maksimal bagi program pemerintah lainnya. Semisal, meningkatkan kesejahteraan pegiat agama, organisasi profesi seperti guru, kesejahteraan ketua RT dan perangkatnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Suara.com Audiensi dengan KPID Kaltim, Bahas Masa Depan Industri Media
-
BRI Tekan Cost of Fund ke 2,33 Persen, Profitabilitas Makin Kokoh Berkat Penguatan CASA
-
Kantor Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara Digeledah Terkait Korupsi Insentif Guru
-
BRI Bersinergi Dengan Danantara Pacu Ekonomi Kerakyatan, Laba Naik dan Dividen Tertinggi
-
Jaga Integritas Perusahaan, BRI Tingkatkan Deteksi Fraud dan Pengawasan Internal