SuaraKaltim.id - Pembangunan megaproyek Teras Samarinda semakin menuai polemik. Hingga kini, sebanyak 84 pekerja proyek belum menerima upah mereka meskipun telah bekerja lebih dari satu tahun.
Berbagai upaya penyelesaian yang difasilitasi DPRD Samarinda terus menemui jalan buntu, sementara ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR dalam rapat-rapat pembahasan semakin memperkeruh situasi.
Ketegangan dalam rapat DPRD Samarinda memuncak saat Anggota Komisi III, Abdul Rohim, meluapkan emosinya dengan melempar nasi kotak ke arah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR Samarinda.
Aksi ini menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap lambannya penanganan kasus ini, terutama karena Kepala Dinas PUPR selalu absen dalam rapat-rapat pembahasan.
"Saya marah karena sudah berulang kali rapat ini digelar, tapi tidak ada solusi konkret. Kepala Dinas PUPR tidak pernah hadir! Ini bukan hanya soal uang, tapi soal hak pekerja yang sudah satu tahun lebih menderita," ujar Abdul Rohim saat ditemui Minggu (02/03/2025) malam.
Ia juga mengkritik sikap Dinas PUPR yang kerap mengirim perwakilan tanpa kewenangan mengambil keputusan.
"Untuk apa kita melakukan rapat kalau yang hadir adalah orang-orang yang tidak memiliki wewenang? Kami bisa saja membubarkan pertemuan ini karena tidak ada gunanya," tegasnya.
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa kasus ini berpotensi lebih besar dari yang terlihat.
"Dari laporan yang kami terima, masih ada puluhan pekerja lain yang juga belum menerima hak mereka. Ini ibarat fenomena gunung es," kata Abdul Rohim.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 3 Maret 2025
Menanggapi kemungkinan dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD akibat tindakannya, ia menegaskan tidak gentar.
"Saya tidak takut. Kalau saya harus menjadi 'tumbal' agar hak pekerja ini segera dibayarkan, saya siap," ucapnya.
DPRD Samarinda kini semakin menekan Pemerintah Kota dan Dinas PUPR agar segera menyelesaikan persoalan ini. Jika dalam waktu dekat belum ada solusi konkret, DPRD mengancam akan mengambil langkah lebih keras.
"Kami tidak akan tinggal diam. Kalau dalam waktu dekat upah pekerja masih belum dibayarkan, kami akan mengambil tindakan tegas," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri