"Kami imbau masyarakat selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang laut maksimum yang berpotensi terjadi banjir rob, membahayakan anak-anak bermain di pantai, dan dampak lainnya," ujarnya disadur dari ANTARA, Minggu (30/03/2025).
Baca Juga:Polres PPU Amankan Arus Mudik Lebaran 2025 di Jalur Tol IKN
Menurutnya, pada Minggu ini, masyarakat perlu memperhatikan potensi hujan lebat dengan intensitas menengah, berkisar antara 75-150 milimeter (mm).
Selain itu, banjir pesisir (rob) juga berpotensi terjadi dengan ketinggian air laut diperkirakan antara 2,3 hingga 2,7 meter, terutama pada pukul 06.00-08.00 dan 19.00-21.00 WITA.
Wilayah yang berisiko terdampak hujan lebat dan banjir rob pada tanggal tersebut mencakup Kota Samarinda, kawasan pesisir Balikpapan, pesisir Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), serta pesisir Kabupaten Berau.
"Potensi banjir di kawasan ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan sekitarnya, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," kata Diyan.
Ia juga menyoroti bahwa di Balikpapan, setidaknya ada empat daerah yang terdampak langsung oleh pasang surut laut, yakni Samboja dan sekitarnya, Balikpapan, PPU, serta Kabupaten Paser.
Keberadaan tambak di wilayah pesisir juga menjadi perhatian karena pasang laut berisiko mengganggu budidaya udang, ikan, maupun kepiting.
Oleh karena itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap menghadapi kemungkinan dampak tersebut.
Baca Juga: Cair Juni-Juli 2025, Beasiswa Gratispol Kaltim Jangkau 63 Universitas
Sementara itu, untuk 31 Maret yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, BMKG juga memprakirakan hujan lebat dengan kategori menengah (75-150 mm) serta potensi banjir rob.
Ketinggian air laut pada hari itu diprediksi lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya, yakni berkisar antara 2,4 hingga 2,9 meter, dengan periode pasang tertinggi terjadi pada pukul 07.00-09.00 WITA.
"Wilayah yang mengalami hujan dan potensi rob serta dampaknya pada 31 Maret adalah Samarinda, pesisir Balikpapan, pesisir Bontang, pesisir Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan pesisir Berau," terangnya.
BMKG berharap masyarakat tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama di kawasan pesisir dan pelabuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat