Kondisi jalan poros yang amblas sedalam 10 meter hingga terbelah dua di Desa Pilanjau, Sambaliung, Berau. [kaltimtoday.co]
Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang unik karena sebagian besar wilayahnya berada di pesisir pantai yang menghadap ke Laut Sulawesi.
Geografi dan Demografi
- Letak: Berbatasan dengan Kecamatan Biduk-Biduk di sebelah selatan, Kecamatan Talisayan di sebelah utara, dan wilayah pedalaman Berau di sebelah barat. Bagian timurnya langsung berhadapan dengan Laut Sulawesi.
- Topografi: Sebagian besar wilayah Tabalar merupakan dataran rendah pesisir dengan hutan mangrove yang signifikan di beberapa area. Terdapat juga area perbukitan yang tidak terlalu tinggi di bagian pedalaman.
- Demografi: Penduduk Tabalar umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, petani (kelapa sawit dan tanaman pangan lainnya), dan sebagian kecil bergerak di sektor perdagangan dan jasa. Kehidupan masyarakatnya cenderung dipengaruhi oleh ritme alam pesisir.
- Aksesibilitas: Akses menuju Tabalar dapat ditempuh melalui jalur darat dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Perjalanan darat membutuhkan waktu beberapa jam dan kondisi jalan bisa bervariasi. Akses laut juga menjadi penting bagi beberapa wilayah pesisir di Tabalar.
Potensi dan Daya Tarik
- Sumber Daya Alam:Perikanan dan Kelautan: Tabalar memiliki potensi perikanan yang cukup besar karena berhadapan langsung dengan laut yang kaya akan sumber daya ikan dan hasil laut lainnya.
- Pertanian: Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama di wilayah ini. Selain itu, terdapat juga potensi untuk pengembangan tanaman pangan dan perkebunan lainnya.
- Pariwisata: Meskipun belum sepopuler destinasi lain di Berau seperti Derawan, Tabalar memiliki potensi wisata bahari yang menarik. Pantai-pantai yang alami, potensi snorkeling dan diving di beberapa titik, serta keberadaan hutan mangrove dapat menjadi daya tarik tersendiri.
- Kehidupan Masyarakat: Kehidupan masyarakat pesisir Tabalar yang masih relatif tradisional dan kearifan lokal menjadi daya tarik sosio-kultural. Interaksi dengan masyarakat setempat dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan.
Tantangan dan Pengembangan
- Infrastruktur: Pengembangan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya masih menjadi tantangan di beberapa wilayah Tabalar. Peningkatan infrastruktur akan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
- Akses Pendidikan dan Kesehatan: Akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai perlu terus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
- Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Penting untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, terutama ekosistem pesisir dan hutan mangrove, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pengembangan perikanan dan pariwisata juga perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan.
- Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Potensi pariwisata perlu dikembangkan secara hati-hati dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal agar memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan dan budaya setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BRI dan Inklusi Keuangan: BRILink Agen Hadir di 66.450 Desa Seluruh Penjuru Tanah Air
-
BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026
-
Isu Telan Dana Rp25 M, Pemprov Kaltim Ungkap Rumah Dinas Gubernur Sebelum Renovasi
-
Lampaui Target, Realisasi Investasi Kota Bontang 2025 Tembus Rp3,08 Triliun
-
Nikmati BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun untuk Atur Ulang Cicilan Rumah Agar Cash Flow Lebih Efisien