Karier dan Prestasi
Sebagai Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya energi dan mineral di provinsi tersebut.
Bambang Arwanto juga menunjukkan perhatian terhadap isu-isu terkait pertambangan ilegal dan pengelolaan lahan pasca tambang.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM, Bambang Arwanto juga memiliki pengalaman di bidang pemberdayaan perempuan dan anak.
Saat bertugas di DP3A, beliau menginisiasi Mal Pelayanan Pelindungan Perempuan dan Anak.
Penunjukan Bambang Arwanto sebagai Pjs Bupati Kukar menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kepemimpinan dan kemampuan beliau dalam mengelola pemerintahan daerah.
Fokus Saat Ini
Dalam beberapa waktu terakhir, Bambang Arwanto aktif dalam berbagai kegiatan terkait ESDM di Kaltim, termasuk:
- Menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal, terutama di kawasan hutan lindung dan kawasan pendidikan seperti di Universitas Mulawarman.
- Mendukung pengelolaan lahan pasca tambang dan memberdayakan masyarakat di sekitar area pertambangan.
- Mencari solusi terkait dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bermasalah di Kalimantan Timur.
- Memberikan dukungan terhadap rencana Pemerintah Kota Bontang untuk merevisi RTRW demi melegalkan aktivitas galian C dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.
- Turut serta dalam peninjauan Proyek Strategis Nasional seperti pembangunan Bendungan Marangkayu.
- Mendorong sinergi antara perusahaan tambang melalui Forum PPM dan Forum CSR untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
- Memantau aktivitas penambangan galian C untuk mencegah praktik ilegal, terutama di kawasan konservasi dan ruang terbuka hijau.
Bambang Arwanto dikenal sebagai sosok yang responsif terhadap isu-isu terkini di sektor ESDM dan memiliki komitmen untuk menegakkan aturan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kaltim.
Baca Juga: Gubernur Rudy Ma'ud Bungkam Soal Muara Kate, LBH Samarinda Siapkan Gugatan
Pemprov Kaltim pun memperkuat langkah penertiban terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin, terutama yang mengancam keselamatan warga dan merusak kawasan hutan lindung.
Sebagai contoh, sebelumnya KPHP Santan juga telah mengamankan kawasan di Desa Danau Redan, Kilometer 17 poros Bontang-Samarinda, yang diduga menjadi lokasi eksplorasi ilegal.
Dalam inspeksi tersebut, tidak ditemukan aktivitas tambang aktif, namun terlihat pembukaan lahan yang mengarah pada pembuatan akses jalan.
Pihak KPHP kemudian bertindak cepat dengan memasang papan larangan eksplorasi di lokasi yang masuk dalam wilayah hutan lindung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud