“Kalau guru sekolah sambil ngajar ya nanti ilmunya tidak masuk, nanti lama lulusnya dan seterusnya. Jadi ketika nanti guru itu disekolahkan, dia harus tugas belajar. Tugas belajar itu tidak boleh ngajar dan harus full belajar.”
“Jadi konteks ini bukan masalah efisien atau tidak, efektif atau tidak, bukan masalah itu. Proses S2 tadilah yang harus benar, bukan seleksi lagi tapi yang dibiayai ini harus tahu persis bahwa mereka memang belajar kan gitu,” jelasnya.
Lebih jauh, Susilo menyarankan agar Gratispol diarahkan secara strategis, termasuk dengan memberi prioritas kepada anak-anak muda Kaltim yang belum bekerja namun ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
“Kalau S2 mereka belum kerja, itu tidak ada masalah, dibiayai saja sudah beres. Tapi orang yang sedang menjabat atau sedang bekerja dibiayai atau kuliah, maka kuliahnya itu harus kuliah betul-betul full time kuliah,” tuturnya.
Menurutnya, hasil dari program ini baru bisa dirasakan dalam jangka menengah hingga panjang. Maka dari itu, regulasi serta sistem pengawasan yang ketat sangat diperlukan untuk menjamin efektivitas pelaksanaannya.
“Saya menggaris bawahi luar biasanya Gratispol itu semua dibiayai. Anak - anak muda ini yang nantinya akan mengisi SDM Kaltim. Yang belum bekerja mau S2 itu dibiayai aja. Enggak usah pakai seleksi pokoknya. Tapi, kalau konteks untuk guru jangan mengejar kuantitas yang nanti gelarnya banyak tapi hanya permainan gelar ya kita kualitasnya tidak bertambah lagi,” pungkasnya.
Kontributor: Giovanni Gilbert
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air