SuaraKaltim.id - Upaya menjaga kelestarian kawasan hutan di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diperkuat.
Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Timur (Kaltim) kini intens melakukan pendampingan teknis kepada Otorita IKN, dengan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Dishut Kaltim, Rusmadi, menegaskan bahwa keterlibatan Otorita IKN dalam upaya konservasi harus dibarengi dengan penguatan kemampuan teknis.
Hal itu disampaikannya saat berada di Samarinda, Senin, 18 Agustus 2025.
"Kami mempersiapkan tenaga teknis untuk melatih mereka, sehingga ke depan mereka bisa melakukan upaya konservasi secara mandiri," ujarnya disadur dari ANTARA, Selasa, 19 Agustus 2025.
Program pendampingan tersebut mencakup sosialisasi, pembekalan, hingga pelatihan lapangan.
Pasalnya, banyak personel di lingkungan Otorita IKN yang masih baru sehingga membutuhkan pemahaman mendalam terkait strategi perlindungan hutan.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dishut Kaltim melalui KPHP Telake mengoperasikan sistem deteksi dini yang memanfaatkan data satelit BMKG dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Hadapi IKN, Pemkab PPU Ajukan Pemekaran Dua Kecamatan
"Begitu terdeteksi titik panas, tim di lapangan akan segera melakukan pengecekan langsung atau ground check untuk memastikan apakah itu benar-benar api atau bukan," jelas Rusmadi.
Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, menambahkan bahwa tidak semua titik panas berarti kebakaran.
"Seringkali anomali panas yang tertangkap satelit berasal dari sumber lain seperti bara batu bara. Oleh karena itu, validasi lapangan menjadi kunci sebelum melakukan tindakan lebih lanjut," katanya.
Untuk memperkuat pencegahan, Dishut Kaltim mengandalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang tersebar di desa-desa sekitar kawasan hutan.
"MPA biasanya sudah memblokir api lebih dulu. Mereka melapor kepada kami dan jika skalanya besar baru tim gabungan akan turun tangan," tambah Shahar.
Selain dukungan masyarakat, sistem pengawasan juga diperkuat lewat patroli darat serta menara pantau api, termasuk yang dimiliki perusahaan di sekitar konsesi IKN.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu