- Cerita ke Guru, Bocah Kelas 3 SD Ungkap Eksploitasi oleh Ibu dan Ayah Tiri
- Hotel Gantikan Rumah Jabatan? Unmul: Kebijakan Pemkot Bontang Tak Transparan
- Kebakaran Jadi Titik Balik, Pelaku Usaha Optimistis Sambut Pemulihan
SuaraKaltim.id - Kasus eksploitasi seksual yang menimpa bocah 10 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengungkap modus operandi yang terencana dari pelaku.
Pelaku utama, yang tak lain adalah ibu kandung dan ayah tirinya, secara sistematis menjajakan korban kepada pria hidung belang.
Korban tidak dibawa ke hotel, melainkan langsung ke rumah para pelanggan.
Rata-rata pelanggannya adalah pria paruh baya berusia 40 tahun ke atas.
Rina Zainun, Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, menjelaskan, “(Dibawa ke hotel) gak pernah, (dipaksa melayani) di rumah orang-orang itu saja. (Pelanggannya) rata-rata orang paruh baya dan berumur 40 tahun ke atas,”.
Korban mengaku tidak mengetahui apakah para pria hidung belang tersebut berteman dengan ibunya atau tidak.
Namun, dia tahu bahwa mereka semua sudah beristri dan baru melayani saat istri mereka tidak ada di rumah.
“Entah teman atau tidak yang pasti menurut korban pria hidung belang itu selalu menghubungi ibunya untuk mengantar korban bertemu, (beristri) korban tau, tapi mau tidak mau kan dia melayani,” ujar Rina.
Baca Juga: Kasus Korupsi Hotel Rp 2,4 Miliar di PPU, Bayangan Buruk bagi Tata Kelola Aset di Kawasan IKN
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA