- Menelisik Unsur Budaya Islam dalam Kegiatan Festival Adat Erau
- Cerita Rakyat Tentang Asal Usul Kampung Biatan Ulu Nek Timbul di Berau
- Upacara Adat Paling Meriah Bagi Masyarakat Kutai, Ini Ulasan Singkat Soal Erau
Staf Khusus Kementerian Pariwisata, Apni Jaya Putra, mengatakan pendaftaran sudah bisa dilakukan sejak minggu lalu. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu yang pertama mendaftarkan diri.
“Dari sekarang sebenarnya di Kementerian Pariwisata sudah mulai menerima pendaftaran Kharisma Event Nusantara. Daftar saja boleh, artinya kita punya standar untuk pelaksanaan event. Dan tadi saya dapat laporan bahwa pemerintah Kukar sudah mendaftar,” ucapnya.
Menurut Apni, event yang masuk KEN tidak hanya dinilai dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga tata kelola secara menyeluruh.
Hal itu mencakup panggung, manajemen lalu lintas, penataan UMKM di sekitar lokasi, hingga pengelolaan pengunjung.
“Jadi event bukan sekadar menata acaranya saja, tapi bagaimana manajemen dan pengunjung, dan seterusnya. Secara umum kita punya beberapa standar itu, nanti tim akan turun dan memberikan banyak persyaratan,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah event KEN sebelumnya yang terbukti memberi dampak ekonomi besar, seperti Pacu Jalur di Riau.
Event tersebut mampu menarik hingga 1,5 juta pengunjung dalam sekali penyelenggaraan, termasuk belasan ribu wisatawan mancanegara.
“Pacu Jalur itu dampak ekonomi rakyat luar biasa. Jadi pergerakan orang ke sana menjadi luar biasa. Itu contoh dampak event KEN. Begitu juga dengan Tomohon, dan banyak event lain, totalnya ada 110 event yang kita ukur dampak ekonominya,” papar Apni.
Menurutnya, sektor pariwisata terus menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, terutama lewat event besar yang meningkatkan pergerakan wisatawan dan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: Apa Itu Ngulur Naga? Ritual Adat Unik di Puncak Kemeriahan Festival Erau
“Kita bersyukur bisa memberikan dampak ekonomi, karena pariwisata salah satunya penyumbang perekonomian Indonesia pada kuartal 2 dan kuartal 4. Dampaknya terasa sampai restoran dan kafe, misalnya saat Nataru,” ucapnya.
Soal peluang pesta adat Erau di Kukar masuk KEN, Apni menilai masih harus melalui tahapan pengukuran dan pembimbingan lebih lanjut.
Namun, ia menegaskan setiap daerah memiliki kesempatan yang sama.
“Harusnya, nanti ada tim yang akan mengukur lagi. Jadi tidak masalah, yang baru mendaftar semua akan dilakukan pengukuran dan dibimbing. Bahkan ada bupati dan wali kota yang langsung mendaftarkan ke kantor,” katanya.
Ia menambahkan, kriteria utama penilaian bukan tunggal, tetapi yang paling besar adalah dampak ekonomi terhadap masyarakat.
Karenanya, keterlibatan UMKM menjadi sangat penting.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi