- Mahulu Gaet Akademisi Rumuskan Kebijakan Hijau Berkelanjutan
- Mahulu Darurat Kekeringan, 100 Paket Gizi Disalurkan untuk Kelompok Rentan
- Pusat dan Daerah Lempar Tanggung Jawab, Mahulu Terus Terpuruk
SuaraKaltim.id - Arus lalu lintas di Sungai Mahakam tergolong padat.
Setiap harinya, sekitar 200 kapal tongkang melintas di bawah sejumlah jembatan yang membentang di atas sungai terpanjang di Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut.
Untuk memastikan keselamatan pelayaran, PT Pelindo Jasa Maritim rutin melakukan pemanduan kapal sesuai prosedur.
Senior Manager Wilayah 4 PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar, menegaskan bahwa pengawalan kapal menggunakan kapal tunda (tugboat) maupun kapal tunda escort menjadi langkah wajib demi mencegah insiden di jalur sempit dan padat lalu lintas.
"Totalnya ada sekitar 200 pergerakan kapal setiap hari, baik kapal yang naik maupun turun," jelas Abrar, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Rabu, 24 September 2025.
Ia menambahkan, kapal-kapal yang melewati Sungai Mahakam wajib dipandu karena jalur tersebut memiliki beberapa jembatan besar, antara lain Jembatan Mahulu, Mahakam, Mahkota, Martadipura, dan Tenggarong.
"Ada petugas pandu sebanyak 28 orang. Petugas pandu ini bekerja bergantian, mereka bertugas membawa kapal melintasi jembatan, lalu pindah ke kapal berikutnya," imbuhnya.
Menurutnya, pengaturan waktu juga turut diperhatikan.
Khusus kapal yang turun di Jembatan Mahakam, misalnya, harus disesuaikan dengan kondisi pasang surut air sungai.
Baca Juga: Kemarau Picu Krisis Pangan, Mahulu Minta Gudang Bulog di Perbatasan
Sedangkan untuk jembatan lain, pelayaran dapat dilakukan lebih fleksibel.
"Oleh karena itu, kami selalu siapkan unit kapal tunda, yaitu kapal tunda towing, kapal tunda asist, dan kapal tunda escort. Sekarang bahkan sudah ada empat unit yang standby 24 jam di lokasi," tuturnya.
Pelindo juga menekankan pengawasan ketat melalui sistem monitoring, termasuk CCTV di beberapa titik strategis.
"Jika ada potensi bahaya sekecil apapun, langsung kami tindak lanjuti. Misalnya, jika kapal terlalu rapat, kami peringatkan lewat radio agar menjaga jarak," pungkas Abrar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini