-
Sertifikasi Wajib – Dari 15 dapur MBG di Samarinda, baru tiga yang bersertifikat higienis; seluruh penyedia diwajibkan mengantongi sertifikat untuk menjamin keamanan makanan.
-
Pengawasan Teknis – Dinkes menekankan pemantauan bukan hanya administrasi, tetapi juga standar gizi, porsi, hingga cara penyajian makanan.
-
Peran Puskesmas – Sebanyak 26 puskesmas dikerahkan untuk mengawasi dapur MBG, guna mencegah keracunan dan memastikan program berjalan sesuai standar kesehatan.
SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperketat pengawasan terhadap dapur penyedia makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari 15 dapur yang beroperasi, baru tiga yang memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan sertifikat tersebut wajib dimiliki setiap Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) demi menjamin keamanan makanan bagi para pelajar penerima MBG.
Hal itu disampaikannya saat berada di GOR Segiri, Samarinda, Senin, 29 September 2025.
“Kemarin diputuskan bahwa semua SPPG harus mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan dari dinas. Dinkes akan memproses seluruh dapur agar 15 SPPG yang ada di Samarinda bisa memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi,” ujarnya disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Selasa, 30 September 2025.
Ismed menyebut pengawasan tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Standar teknis seperti kehadiran ahli gizi, pengaturan porsi, hingga tata cara penyajian akan menjadi perhatian.
“Itu harus duduk bersama, terutama yang punya keahlian. Kita akan melakukan audiensi bersama, termasuk dalam hal pengolahan dan penyajian makanan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Samarinda mengerahkan 26 puskesmas untuk melakukan pemantauan langsung.
Setiap puskesmas menurunkan tenaga ahli gizi dan tim kesehatan lingkungan (kesling) untuk mendampingi SPPG di wilayah kerja masing-masing.
Baca Juga: Satpol PP dan Dishub Bersinergi, Samarinda Bidik Kota Bebas Parkir Liar
“Artinya di setiap SPPG itu kan ada penanggung jawabnya. Semua kita sampaikan, kalau misal terjadi apa-apa harus disampaikan. Dengan 26 satgas di wilayah kerja, insyaallah bisa memantau,” tutur Ismed.
Melalui pengawasan ketat ini, Pemkot Samarinda menargetkan seluruh dapur penyedia MBG segera memperoleh sertifikasi higienis.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko keracunan sekaligus memastikan program makan bergizi gratis berjalan sesuai standar kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Warga Kaltim Diminta Reaktivasi PBI JKN di Dinas Sosial Terdekat
-
Kaltim Berencana Aktifkan Ribuan Sumur Minyak Tua demi Dongkrak PAD
-
10 Prompt Gemini AI Poster Ramadan 2026, Jadikan Momen Penuh Makna
-
Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Kaltim Mulai Data Industri Genteng Lokal
-
5 Bedak Padat Murah untuk Kulit Berminyak, Full Coverage dan Tahan Lama