-
Menkeu Dorong Kilang Baru: Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Pertamina membangun kilang minyak baru untuk memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM.
-
Pengawasan Proyek Kilang: Menkeu menegaskan dirinya akan ikut mengawasi realisasi proyek kilang Pertamina, bukan sekadar membayar subsidi, agar komitmen pembangunan kilang benar-benar terlaksana.
-
Beban Subsidi Energi Tinggi: Hingga 31 Agustus 2025, realisasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 218 triliun, termasuk Rp 57,8 triliun untuk BBM tertentu dan LPG 3 kg, menandakan tekanan besar pada APBN akibat impor energi.
SuaraKaltim.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya pembangunan kilang minyak baru oleh PT Pertamina (Persero) sebagai upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Menurutnya, langkah tersebut juga akan membantu menekan ketergantungan pada impor yang selama ini membebani anggaran subsidi.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa, 30 September 2025.
“Jadi, nanti kalau Bapak dan Ibu (DPR) ketemu Danantara lagi, minta Pertamina bangun kilang baru,” ujarnya, disadur dari ANTARA, di hari yang sama.
Ia mengingatkan bahwa usulan serupa sudah pernah disampaikannya sejak 2018, ketika masih bertugas di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.
Saat itu, Pertamina menjanjikan pembangunan tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun.
Namun, hingga kini, realisasi komitmen tersebut belum terlihat jelas.
Padahal, kata Purbaya, beban anggaran akibat impor bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat.
Kondisi itu mendorong membengkaknya nilai subsidi energi setiap tahun.
Baca Juga: Ketua DPRD Balikpapan Desak Pertamina Minta Maaf Terbuka soal Krisis BBM
Karena itu, ia mengajak DPR ikut serta mengawasi konsistensi Pertamina dalam merealisasikan proyek kilang.
“Jadi, saya bukan juru bayar saja. Saya akan masuk dan melihat mereka menjalankan atau tidak proyek-proyek yang diusulkan,” tegasnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga 31 Agustus 2025 realisasi subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 218 triliun atau 43,7 persen dari pagu APBN 2025.
Dari jumlah itu, subsidi untuk BBM tertentu (JBT) dan LPG 3 kilogram tercatat Rp57,8 triliun atau 53,5 persen dari target Rp 108 triliun.
Adapun kompensasi BBM yang telah dibayarkan mencapai Rp 31,1 triliun, termasuk sisa kewajiban tahun 2024 sesuai audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BRI Debit FC Barcelona Edisi Terbatas Resmi Diperkenalkan ke Publik Tanah Air
-
Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Selama Ramadhan 2026 di Kaltim
-
Transfer APBN ke Kaltim Tembus Rp40,2 Triliun, untuk Apa Saja?
-
Sejalan Arahan Prabowo Subianto, BRI Perkuat Pembiayaan Rakyat Lewat Penurunan Bunga Mekaar
-
Masyarakat Kaltim PBI JK Tak Aktif Masih Bisa Berobat Bermodal KTP