-
Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kaltim tahun 2026 diproyeksikan turun lebih dari 75 persen, dari Rp7,136 triliun menjadi sekitar Rp2,495 triliun.
-
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut penurunan ini sebagai ancaman serius yang dapat mengguncang stabilitas keuangan dan menghambat pembangunan daerah.
-
Pemprov Kaltim akan melobi pemerintah pusat melalui pertemuan dengan Menteri Keuangan guna mencari solusi dan menuntut keadilan fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam.
SuaraKaltim.id - Kondisi fiskal Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menghadapi ujian berat menyusul rencana pemangkasan besar-besaran alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, total dana TKD yang akan diterima Kaltim diperkirakan hanya Rp 2,495 triliun, atau turun lebih dari 75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 7,136 triliun.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut kabar tersebut bukan sekadar rumor, melainkan sinyal serius yang bisa mengguncang stabilitas keuangan daerah.
Hal itu disampaikan Seno Aji saat ditemui di Samarinda, Senin, 6 Oktober 2025.
“Kita sudah mendengar informasi dari pusat bahwa dana TKD untuk tahun 2026 kemungkinan hanya di bawah 25 persen dari tahun ini. Kalau kami hitung, sekitar Rp 2,4 sampai Rp 2,5 triliun saja,” kata Seno Aji, disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu, 8 Oktober 2025.
Dari laporan DJPK, seluruh pos utama TKD — mulai dari Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Sumber Daya Alam (SDA) hingga Dana Alokasi Umum (DAU) — mengalami penurunan signifikan.
Rinciannya meliputi DBH Pajak sebesar Rp 317,35 miliar, DBH SDA Rp 1,301 triliun, dan DAU Rp 866,618 miliar.
Penurunan ini dinilai bakal berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pembangunan, termasuk sektor infrastruktur dan layanan publik, yang selama ini bergantung pada dukungan dana transfer pusat.
Seno menegaskan, pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi ini.
Baca Juga: Piutang Rp 280 Miliar Kaltim Diseret ke Meja Hijau, Rudy Mas'ud Angkat Bicara
“Ini sangat memberatkan. Kami akan berjuang ke pusat untuk mencari solusi. Gubernur sudah dijadwalkan bertemu dengan Menteri Keuangan hari ini, untuk menyampaikan langsung keresahan kami,” ujarnya.
Pertemuan antara Gubernur Kaltim dan Menteri Keuangan diharapkan membuka ruang dialog strategis agar daerah penghasil sumber daya alam seperti Kaltim tidak menjadi korban ketimpangan kebijakan fiskal nasional — terutama di tengah kontribusi besar Kaltim terhadap pendapatan negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 Mobil Keluarga Bekas di Bawah 100 Juta: Interior Luas, Praktis dan Ekonomis
-
Sebanyak 63 Ribu Paket Seragam Sekolah Gratis Dibagikan di Kaltim
-
3 Mobil Bekas Wuling Konfigurasi Captain Seat: Harga Murah, Fitur Mewah
-
4 Mobil Pintu Geser Bekas di Bawah 100 Juta, Fitur Captain Seat dan Sunroof
-
3 Mobil Bekas Hyundai, SUV Premium untuk Keluarga dengan Teknologi Lengkap