-
Video viral di TikTok mengklaim plat BL Aceh dirazia di Sumut karena pelabuhan Aceh–Penang Malaysia, namun tidak ada bukti atau sumber kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
-
Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan razia kendaraan dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban pajak, bukan karena alasan sentimen daerah atau pelabuhan internasional.
-
Jalur pelayaran Aceh–Penang Malaysia memang akan dibuka kembali, tetapi tidak berkaitan dengan kebijakan razia kendaraan di Sumut; klaim tersebut tergolong konten menyesatkan (misleading content).
SuaraKaltim.id - Beredar sebuah video di media sosial TikTok melalui akun “hartaro00” pada Rabu, 1 Oktober 2025, yang menampilkan sosok Gubernur Aceh Muzakir Manaf disertai narasi:
“Sumut sudah mulai ketar-ketir karena pelabuhan penyebrangan Aceh–Penang, Malaysia, sehingga plat BL Aceh dirazia di Sumatera Utara.”
Video tersebut menjadi perhatian warganet dan hingga Senin, 6 Oktober 2025, telah memperoleh lebih dari 3 ribu tanda suka serta 140 komentar dari pengguna TikTok lainnya.
Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar dan termasuk konten menyesatkan (misleading content).
Tidak ada informasi kredibel yang membenarkan klaim.
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta menelusuri klaim tersebut dengan kata kunci “plat BL Aceh dirazia di Sumut karena pelabuhan Aceh–Penang Malaysia” melalui mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan berita resmi maupun sumber tepercaya yang mendukung pernyataan tersebut.
Berdasarkan laporan detik.com berjudul “Razia Kendaraan Pelat BL di Sumut, Bobby: Bukan Sentimen” (29 September 2025), Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa razia tersebut bukan karena pelabuhan Aceh–Penang Malaysia, melainkan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban pajak kepada masyarakat.
Bobby juga menegaskan, razia tidak ditujukan kepada daerah tertentu dan akan diterapkan kepada semua kendaraan non-BK maupun non-BB mulai tahun 2026.
Masih dari sumber detik.com, rute pelayaran internasional Aceh–Penang Malaysia memang direncanakan kembali beroperasi pada akhir Oktober 2025.
Baca Juga: CEK FAKTA: Gubernur Aceh Putus Hubungan Dagang dengan Medan
Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Krueng Geukueh (Aceh) dengan Penang (Malaysia), namun tidak berkaitan dengan kebijakan razia kendaraan di Sumut.
Klaim yang menyebut “plat BL Aceh dirazia di Sumut karena pelabuhan Aceh–Penang Malaysia” adalah tidak benar dan termasuk konten menyesatkan (misleading content).
Faktanya, razia kendaraan di Sumut dilakukan untuk meningkatkan PAD, bukan karena adanya pelabuhan internasional Aceh–Penang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas
-
Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya
-
DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan
-
Balita di Samarinda Meninggal Sesak Napas saat Kabut Asap Karhutla
-
Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik