-
Pemkab Penajam Paser Utara menyiapkan skema PPPK paruh waktu sebagai langkah penataan tenaga honorer menjelang 2026, dengan alokasi dana sekitar Rp70 miliar dalam pos Belanja Barang dan Jasa (BBJ) APBD.
-
Sebanyak 1.699 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK 2024 telah diusulkan ke pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu melalui BKN, guna memberi kepastian hukum dan status kerja.
-
Kebijakan ini merujuk pada SK MenPAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 dan diterapkan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai solusi efisien agar pembayaran gaji tidak membebani belanja pegawai utama pemerintah daerah.
SuaraKaltim.id - Menjelang tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah strategis dalam penataan tenaga honorer dengan menyiapkan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Langkah ini disertai dengan pengalokasian dana sekitar Rp 70 miliar dalam pos Belanja Barang dan Jasa (BBJ)Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU, Muhajir, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya memberikan kepastian hukum bagi tenaga honorer yang belum terserap dalam formasi PPPK penuh.
Hal itu disampaikan Muhajir saat berada di PPU, Rabu, 15 Oktober 2025.
“Pemerintah kabupaten lagi berupaya memberikan kepastian hukum kepada honorer dengan mengajukan pembuatan nomor induk pegawai (NIP) menjadi PPPK paruh waktu,” ujar Muhajir, disadur dari ANTARA, Minggu, 19 Oktober 2025.
Dari data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) PPU, sebanyak 1.699 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK 2024 telah diusulkan ke pemerintah pusat untuk diangkat menjadi PPPK paruh waktu melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Proses pengajuan dilakukan bertahap agar seluruh tenaga honorer memenuhi syarat administrasi.
Muhajir menambahkan, skema ini telah dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, dan disepakati bahwa pembiayaan gaji PPPK paruh waktu dimasukkan dalam BBJ, bukan pada belanja pegawai langsung.
“Aturan baru itu, gaji yang dibayarkan kepada PPPK paruh waktu di luar belanja pegawai, sehingga tidak membebani anggaran utama instansi,” jelasnya.
Baca Juga: Seno Aji Ajak SPS Kaltim Jadi Mitra Strategis Pemerintah Jelang IKN
Langkah tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur pengangkatan honorer serta besaran gaji bagi PPPK paruh waktu di wilayah yang sebagai daerahnya masuk dalam Ibu Kota Nusantara (IKN) ini.
Dengan demikian, penganggaran senilai Rp 70 miliar itu tidak termasuk dalam porsi 30 persen APBD untuk belanja pegawai, tetapi diklasifikasikan sebagai belanja operasional.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi transisi bagi ribuan tenaga honorer yang selama ini belum memperoleh kejelasan status, sekaligus mendukung efisiensi anggaran daerah tanpa menambah beban fiskal pemerintah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng