-
Kementerian ATR/BPN menggandeng ormas Islam di Kaltim untuk mempercepat sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah guna mencegah potensi sengketa lahan.
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyebut baru 21% masjid dan 10% musala di Kaltim yang bersertipikat dari total 2.915 bidang tanah.
-
Pemerintah menargetkan seluruh tanah wakaf dan rumah ibadah di Kaltim tersertipikasi dalam dua tahun melalui kerja sama dengan NU, DMI, BWI, dan Kementerian Agama.
SuaraKaltim.id - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat sinergi dengan organisasi masyarakat Islam di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mempercepat sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi sengketa lahan yang kerap muncul di kemudian hari.
Hal itu disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam pertemuan di Kantor Wilayah BPN Kaltim, Jumat, 24 Oktober 2025.
“Saya sengaja mengumpulkan Bapak/Ibu sekalian untuk mengajak bicara dari hati ke hati masalah sertifikasi masjid dan rumah ibadah,” ujarnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Nusron menekankan, sertipikasi tanah bukan sekadar administrasi, melainkan bentuk perlindungan hukum agar aset keagamaan tidak terancam oleh persoalan lahan.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini, tingkat sertipikasi tanah wakaf di Kaltim masih tergolong rendah.
“Untuk masjid baru sekitar 21% yang tersertipikasi, sedangkan musala hanya sekitar 10%,” ujarnya.
Dari total 2.915 bidang, baru 291 bidang yang telah bersertipikat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Baca Juga: Harga Sawit Naik, Petani di Penyangga IKN Rasakan Angin Segar Ekonomi
Nusron menargetkan proses sertipikasi seluruh tanah wakaf dan rumah ibadah di Kaltim dapat diselesaikan dalam dua tahun.
Ia mengajak seluruh organisasi Islam, termasuk NU, DMI, dan BWI, untuk memperkuat koordinasi guna mempercepat capaian tersebut.
“Hampir semua yang datang ke kantor ini wakafnya bermasalah karena belum punya AIW, padahal masjidnya sudah jadi. Ini banyak sekali terjadi,” katanya, merujuk pada banyaknya kasus tanah wakaf tanpa Akta Ikrar Wakaf (AIW) yang menjadi hambatan proses sertifikasi.
Nusron berharap kerja sama lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Agama melalui KUA, dapat memastikan setiap rumah ibadah di Kaltim memiliki kepastian hukum, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran sengketa lahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini