-
Ancaman terhadap Badak Kalimantan (Badak Pari) meningkat setelah survei BKSDA Kaltim dan Alert menemukan satu-satunya individu tersisa di Mahakam Ulu kini sering berhadapan dengan aktivitas manusia, termasuk pencari gaharu dan pemburu liar.
-
Akses ilegal menjadi pemicu utama gangguan habitat, di mana kelompok perambah masuk melalui jalur perusahaan di perbatasan Kaltim-Kalteng; BKSDA telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memperketat pengawasan.
-
BKSDA Kaltim menyiapkan translokasi Badak Pari ke Suaka Badak Kelian pada awal 2026 guna menyelamatkan individu terakhir ini dari ancaman kepunahan di alam liar.
SuaraKaltim.id - Harapan untuk menjaga keberlangsungan Badak Kalimantan (Badak Pari) di alam liar kini berada di ujung tanduk.
Survei gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama lembaga konservasi Alert pada Mei 2025 menemukan bahwa satu-satunya individu badak yang tersisa di hulu Mahakam Ulu (Mahulu) semakin sering berhadapan dengan aktivitas manusia di sekitar habitatnya.
Kepala Resor Suaka Badak Kelian BKSDA Kaltim, Jono Adiputro, mengungkapkan jejak Badak Pari masih bisa ditemukan, seperti kubangan aktif dan kotoran segar. Namun, tanda-tanda tersebut kini berdekatan dengan jejak aktivitas manusia.
“Kami sebenarnya tidak melarang kegiatan pencari gaharunya, hanya ketika mereka mencari gaharu kegiatan berburu itulah yang kami harus larang dan harus kita antisipasi,” ujar Jono Adiputro, dikutip dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu, 2 November 2025.
Dalam patroli lapangan, tim menemukan pondok kerja baru yang jaraknya hanya sekitar seratus meter dari kubangan aktif badak.
Di sekitar pondok itu juga terdapat jerat satwa, tulang kancil, dan bulu burung rangkong—indikasi aktivitas berburu liar untuk konsumsi selama tinggal berbulan-bulan di hutan.
Situasi ini diperburuk oleh keberadaan akses ilegal yang digunakan kelompok pencari gaharu.
Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar perambah masuk melalui jalur perusahaan di perbatasan Kaltim dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
BKSDA pun telah berkoordinasi dengan dua perusahaan, salah satunya PT Samudra Rezeki Perkasa.
Baca Juga: Belum Ada Kasus Flu Tipe A di Kaltim, tapi Jangan Lengah!
Asisten Manajer Operasional perusahaan tersebut, Choirul Abidin, membenarkan bahwa jalur perusahaan memang kerap dimanfaatkan warga untuk melintas.
“Sebagai perusahaan tentu tidak bisa melarang warga untuk melintas. Namun dengan koordinasi ini, kami akan bantu mengingatkan pencari gaharu atau warga yang masuk hutan untuk sama-sama menjaga hutan, tidak berburu satwa,” kata Choirul.
Ancaman terhadap Badak Pari kini kian nyata. Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa kebisingan dari aktivitas manusia serta alat berat membuat badak mulai menjauh dari area jelajah lamanya.
“Selama sebelum proses evakuasi atau translokasi itu dilakukan, maka kita mempersiapkan semua hal,” tutup Ari.
BKSDA menargetkan proses translokasi Badak Pari ke Suaka Badak Kelian pada awal 2026, langkah penting untuk memastikan individu terakhir ini bisa diselamatkan dari kepunahan di alam liar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
3 Mobil Kecil Mitsubishi Bekas yang Gahar dan Cocok buat Anak Muda
-
Telan Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Bangun Kawasan Tepi Sungai di Samarinda
-
4 Rekomendasi Mobil Bekas 50 Jutaan dengan Kabin Ekstra Luas, Suspensi Empuk
-
Doa Khusus Malam Nisfu Syaban: Latin, Lengkap dengan Artinya
-
Kaltim Sudah Patenkan 3 Tiga Komoditas Perkebunan, 2026 Kejar Kopi Prangat