-
BMKG Kaltim mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 3–5 November 2025 di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
-
Wilayah terdampak antara lain Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Samarinda, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu, dengan puncak intensitas hujan diprediksi terjadi pada 4 November 2025.
-
Masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca resmi BMKG, menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, serta menjaga kesehatan selama periode cuaca ekstrem berlangsung.
SuaraKaltim.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut selama tiga hari ke depan.
Melalui akun Instagram resminya, @bmkgkaltim, BMKG merilis peringatan dini curah hujan tinggi disertai petir dan angin kencang yang berlaku mulai 3 hingga 5 November 2025.
Melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, pada 3 November 2025, hujan lebat diperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Kutai Barat (Kecamatan Melak dan Sekolaq Darat), Kutai Kartanegara (Loa Kulu), serta Paser (Muara Komam).
Intensitas hujan diprediksi meningkat pada 4 November 2025, mencakup wilayah Samarinda (Loa Janan Ilir, Palaran, dan Sambutan), sebagian besar area Kutai Barat dan Kutai Kartanegara, sejumlah kecamatan di Kutai Timur (Kaliorang, Karangan, Kaubun, Sangatta Utara, dan Teluk Pandan), Mahakam Ulu (Long Hubung), serta sebagian kecil Paser (Batu Engau, Long Ikis, dan Muara Komam).
Sementara pada 5 November 2025, hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kecamatan Tering, Kutai Barat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id, akun media sosial @bmkgkaltim, atau aplikasi Info BMKG yang dapat diunduh secara gratis.
Selain itu, warga diingatkan agar tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh selama cuaca ekstrem, terutama dengan menjaga asupan cairan dan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan disertai petir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim