-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan IKN tidak akan menjadi “kota hantu”, menepis tudingan media asing dan memastikan proyek tetap berjalan meski porsi APBN berkurang.
-
Pembangunan IKN kini berfokus pada kolaborasi dengan sektor swasta, terutama dalam pembangunan hunian, sementara dukungan APBN akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional.
-
Otorita IKN mempercepat tahap kedua pembangunan, dengan 7.000 pekerja di lapangan dan finalisasi proyek strategis senilai lebih dari Rp 11 triliun untuk kawasan legislatif dan yudikatif.
SuaraKaltim.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis tudingan media asing yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) berpotensi menjadi “kota hantu.”
Ia memastikan pembangunan tetap berjalan meski porsi pendanaan dari APBN berkurang.
“Kalau kata saya (IKN) tidak akan jadi kota hantu. Jangan dengar prediksi orang (media) luar negeri, (mereka) itu sering salah,” tegas Purbaya usai rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025, dikutip dari Suara.com.
Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional akan menopang kelanjutan proyek jangka panjang tersebut.
“Kalau perekonomian Indonesia sudah bagus, maka dana pemerintah akan banyak nanti. Jadi Anda tidak perlu takut,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan IKN kini berfokus pada kolaborasi dengan sektor swasta, terutama dalam penyediaan hunian.
“Yang jelas, yang kita setujui adalah perusahaan swasta yang bangun rumah di sana. Harusnya sudah mulai jalan pembangunan rumahnya. Nanti baru kalau perlu tahun-tahun berikutnya ada dana pemerintah kita keluarkan lagi,” jelasnya.
Pernyataan Purbaya ini menjadi penegasan atas komitmen pemerintah melanjutkan visi pembangunan IKN, meski menghadapi kritik dari luar negeri.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memastikan proyek terus bergulir dengan mempercepat pembangunan tahap kedua, termasuk kawasan legislatif dan yudikatif.
Baca Juga: IKN Dorong Perubahan Sosial: Rumah Tak Layak Huni di PPU Dapat Sentuhan Renovasi
Saat ini sudah ada 7.000 pekerja konstruksi di lapangan, dan jumlahnya ditargetkan meningkat hingga 20.000 orang.
Pemerintah juga tengah memfinalisasi kontrak proyek strategis, seperti kompleks perkantoran legislatif senilai Rp 8,5 triliun dan yudikatif Rp 3,1 triliun, yang dijadwalkan diteken akhir Oktober hingga November 2025.
Optimisme ini menjadi sinyal bahwa IKN bukan proyek yang terhenti, melainkan sedang bertransformasi menuju fase pembangunan berikutnya, dengan dukungan investasi swasta dan arah kebijakan baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun Kepada 83.210 Debitur Hingga September 2026
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim