-
Kelurahan Tanjung Laut Indah menertibkan aktivitas pengangkutan material oleh tujuh perusahaan setelah warga mengeluhkan perilaku sopir truk yang ugal-ugalan dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
-
Perusahaan sepakat memperbaiki pola operasional, termasuk pembinaan sopir, penggunaan penutup muatan, penghentian bongkar muat pada jam pulang sekolah, dan ikut membersihkan jalan.
-
Pengawasan akan diperketat, dengan batas kecepatan maksimal 20 km/jam, dan kelurahan siap melapor ke pemerintah kota jika pelanggaran kembali terjadi.
SuaraKaltim.id - Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, mengambil langkah penertiban terhadap aktivitas pengangkutan material oleh tujuh perusahaan di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil setelah warga berulang kali melaporkan perilaku oknum sopir truk yang berkendara ugal-ugalan hingga menimbulkan keresahan.
Teguran itu disampaikan dalam rapat koordinasi antara kelurahan dengan perwakilan PT Karya Wiraputra Bontang (KWB), PT Harlis Tata Tahta (HTT), PT Buana Mekar, PT Bulanta, PT Ananta, CV BMT, dan CV ADS.
Pertemuan membahas penataan lalu lintas truk pengangkut batu koral dan pasir di sekitar permukiman.
Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, menyebut seluruh perusahaan sepakat memperbaiki pola operasional dan pembinaan sopir.
"Perusahaan diminta tertib dan mereka sepakat," kata Andi, disadur dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu, 5 November 2025.
Selain itu, truk diwajibkan menggunakan penutup muatan untuk mencegah material jatuh ke jalan, dan aktivitas bongkar muat harus dihentikan pada jam pulang sekolah demi keamanan anak-anak.
Kelurahan juga meminta perusahaan berkontribusi dalam pembersihan jalan pada malam hari.
Pengawasan akan diperketat.
Baca Juga: Nikah Siri Tak Lagi Sulit, Program Lipat Batik Buka Jalan Legalitas Pasangan Bontang
Jika masih ditemukan sopir yang melaju dengan kecepatan berlebih atau mengganggu pengguna jalan lain, kelurahan akan mengajukan laporan ke tingkat kota untuk evaluasi operasional perusahaan secara menyeluruh.
"Kecepatan maksimal 20 kilometer/jam. Tidak boleh lebih. Nanti akan kami lapor kalau kembali terulang," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat