-
Produksi padi Kaltim diperkirakan meningkat pada 2025 seiring bertambahnya luas panen menjadi sekitar 66.660 hektare, naik 5,74 persen dari tahun sebelumnya.
-
Kenaikan luas panen mendorong peningkatan produksi gabah dan beras, dengan produksi beras tahun depan diproyyeksikan mencapai 158.560 ton atau naik sekitar 9,19 persen dibanding 2024.
-
Sentra produksi terbesar berada di Kukar, Paser, dan PPU, sementara Berau mengalami penurunan paling signifikan; perubahan pola musim tanam membuat puncak panen bergeser ke Maret 2025.
SuaraKaltim.id - Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan mencatat peningkatan produksi padi pada 2025, yang menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat ketersediaan pangan daerah di tengah perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim memproyeksikan kenaikan produksi padi ini seiring meluasnya area panen di sejumlah sentra pertanian.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Kaltim, Yusniar Juliana, di Samarinda, Rabu, 5 November 2025.
“Luas panen padi pada 2025 diperkirakan sekitar 66.660 hektare (ha), mengalami kenaikan sebanyak 3.620 ha atau sebesar 5,74 persen dibandingkan luas panen padi 2024 yang seluas 63.040 ha,” ujarnya, disadur dari ANTARA, di hari yang sama.
Dengan adanya penambahan luas lahan panen, produksi gabah kering panen (GKP) pada 2025 diproyeksikan naik menjadi 314.530 ton, atau bertambah 26.490 ton dibanding tahun 2024.
Sementara produksi gabah kering giling (GKG) juga meningkat menjadi 272.590 ton.
Jika dikonversikan menjadi beras konsumsi, maka produksi beras tahun depan diperkirakan mencapai 158.560 ton.
“Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, maka produksi beras pada 2025 diperkirakan sebanyak 158.560 ton, mengalami kenaikan sebanyak 13.350 ton beras atau naik 9,19 persen dibandingkan produksi pada 2024 yang sebanyak 145.210 ton beras,” katanya.
Perubahan pola musim tanam turut memengaruhi waktu puncak panen.
Baca Juga: DPR Dukung Pemerataan Jalan di Kaltim, Dorong Akses Mudah Menuju IKN
Pada 2025, puncaknya diperkirakan terjadi pada Maret, berbeda dari tahun sebelumnya yang jatuh pada September.
Hingga bulan September 2025, realisasi panen telah mencapai 59.670 hektare, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Sedangkan berdasarkan pengamatan fase tumbuh padi hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) September 2025, potensi produksi padi sepanjang Oktober–Desember 2025 sebanyak 33.840 ton GKP,” lanjut Yusniar.
Adapun daerah penyumbang produksi terbesar masih didominasi oleh Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU), sementara wilayah dengan produksi terendah berada di Bontang, Balikpapan, dan Mahakam Ulu.
Di sisi lain, Berau menjadi daerah yang mengalami penurunan produksi paling signifikan.
Tren kenaikan produksi ini dinilai menjadi momentum penting bagi Kaltim untuk memperkuat kemandirian pangan, terlebih di tengah transformasi ekonomi yang terus berjalan, termasuk dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Sunscreen Murah Terbaik Atasi Flek Hitam, Harga Mulai 15 Ribuan
-
Angka Perceraian di Kaltim Naik, Pertengkaran hingga Judol Jadi Penyebab
-
Lonjakan Pembelian Emas di Samarinda, Capai 7 Kilogram pada Januari
-
Pegadaian Imbau Nasabah Tetap Tenang, Likuiditas Tabungan Emas Aman dan Terjamin
-
Menteri PKP Apresiasi Kontribusi BRI dalam Menyukseskan Program Perumahan Rakyat