- BPBD Kaltim memperkuat database logistik hadapi potensi hujan tinggi.
- Langkah ini merespons data BMKG terkait risiko bencana hidrometeorologi.
- Tahapan penanggulangan bencana dilakukan secara menyeluruh dan sistematis.
SuaraKaltim.id - BPBD Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat database logistik dan peralatan mitigasi guna menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diprediksi berlangsung hingga akhir Maret 2026.
"Penting untuk memiliki database perlengkapan darurat agar kita benar-benar siap saat bencana datang," kata Kepala BPBD Kaltim Buyung Budi Purnomo dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).
Buyung menjelaskan bahwa inventarisasi tersebut mencakup ketersediaan perahu karet dan tenda pengungsian yang tersebar di BPBD Kaltim maupun tingkat kabupaten dan kota.
Langkah ini merespons data BMKG yang menunjukkan adanya risiko bencana hidrometeorologi kategori sedang hingga tinggi.
Dia menyampaikan, pihaknya mencatat, curah hujan dengan intensitas rata-rata sedang antara 20 hingga 50 milimeter per hari masih mendominasi wilayah ini pada Januari 2026.
Wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur menjadi perhatian khusus petugas karena masih berpotensi mengalami hujan deras akibat efek siklon dari daerah Pasifik.
"Dampak curah hujan tinggi tersebut sudah terlihat di kawasan Wahau yang mengalami banjir akibat luapan sungai hingga mengganggu akses jalan warga," ucapnya.
Meskipun banjir melanda, Buyung memastikan belum ada laporan terkait kejadian tanah longsor di kawasan tersebut karena profil struktur tanah yang berbeda dengan Sumatera.
BPBD terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan daerah meskipun belum ada penetapan status siaga nasional.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat bersama Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan logistik pangan dan kebutuhan dasar jika pengungsian diperlukan.
Tahapan penanggulangan bencana dilaksanakan secara menyeluruh dan sistematis mulai dari perencanaan, mitigasi risiko, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca-bencana.
"Kesiapsiagaan personel gabungan terus ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang sejauh ini pantauannya masih bersifat lokal," kata Buyung.
Tim siaga bencana yang disiapkan tidak hanya berasal dari unsur BPBD, melainkan juga melibatkan Tagana, Dinas Sosial, dan tenaga kesehatan.
"Seluruh elemen penyelamatan dan peralatan dari berbagai instansi tersebut siap digerakkan sewaktu-waktu jika eskalasi bencana meningkat," tegas Buyung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Dugaan Layanan Buruk Puskesmas Sebabkan Bayi Meninggal, Dinkes Kaltim Turun Tangan
-
Rekening Terkuras Lewat APK Berkedok Undangan, Pakar Minta Update Sistem Keamanan