- Polemik penggunaan kendaraan dinas mewah pejabat Kaltim menuai sorotan.
- Wali Kota Samarinda Andi Harun turut menanggapi mobil dinas yang dipakainya.
- Mobil dinas Land Rover Defender yang dipakainya ternyata sistem sewa.
SuaraKaltim.id - Polemik mobil dinas mewah yang sempat mencuat di Kalimantan Timur (Kaltim) turut menyeret perhatian publik pada penggunaan kendaraan oleh sejumlah pejabat daerah.
Di tengah sorotan tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa dirinya belum pernah memiliki mobil dinas baru sejak menjabat.
Andi Harun mengatakan kendaraan dinas resmi yang digunakannya saat ini masih merupakan mobil lama peninggalan kepemimpinan sebelumnya, yakni sedan Toyota Camry.
"Wali Kota itu resminya cuma satu yang saya pakai, yaitu sedan Toyota Camry. Itu masih zamannya Pak Jaang," kata Andi Harun kepada wartawan, Selasa 10 Maret 2026.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga memiliki satu kendaraan operasional lapangan berupa mobil double cabin Toyota Hilux.
Kendaraan tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas di lapangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
Terkait keberadaan mobil Land Rover Defender yang beberapa kali terlihat digunakan, Andi Harun meluruskan bahwa kendaraan tersebut bukan mobil dinas wali kota. Ia menyebut kendaraan itu merupakan mobil tamu milik Pemkot yang statusnya disewa.
"Kalau mobil Defender itu sewa dan itu mobil tamu, bukan mobil wali kota. Tapi memang biasa saya pakai sesekali," ujarnya.
Menurut Andi Harun, kendaraan tersebut hanya digunakan dalam kondisi tertentu, terutama saat harus mengunjungi lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan sedan.
"Kalau misalnya datang ke lokasi yang tidak memungkinkan sedan masuk, baru kadang dipakai," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyewaan kendaraan tersebut telah dilakukan sejak 2022, sehingga tidak berkaitan dengan polemik kendaraan dinas yang belakangan ramai dibicarakan publik.
Pada saat itu, pemerintah kota sebenarnya sempat merencanakan pembelian kendaraan jenis Land Cruiser, namun rencana tersebut batal karena keterbatasan ketersediaan unit di pasaran.
"Waktu itu sebenarnya kita mau beli Land Cruiser, tapi memang di pasaran tidak ada. Bahkan sampai hari ini," katanya.
Sebagai alternatif, pemerintah kota kemudian memilih opsi penyewaan kendaraan yang dicatat sebagai kendaraan tamu VIP.
Kendaraan tersebut digunakan untuk melayani tamu negara atau pejabat pusat yang berkunjung ke Samarinda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan
-
Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar