- Dishub Samarinda menyiapkan skema satu arah di terowongan untuk atur lalu lintas.
- Dengan pola itu, arus kendaraan tidak lagi terkonsentrasi di Sungai Dama seperti biasa.
- Kondisi saat ini kendaraan dari Jalan Alimuddin ke Sungai Dama memicu kemacetan.
SuaraKaltim.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan rencana pengaturan lalu lintas di kawasan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin menuju Jalan Lumba-lumba.
Skema yang disiapkan mengarah pada penerapan sistem satu arah guna mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Sungai Dama.
Menurut Manalu, skema tersebut disusun untuk mengubah pola arus kendaraan yang selama ini terkonsentrasi pada satu titik.
Selama ini arus lalu lintas di kawasan tersebut cenderung menumpuk di Sungai Dama sehingga memicu kepadatan kendaraan pada jam tertentu.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan dari Jalan Sultan Alimuddin nantinya akan diarahkan masuk ke dalam terowongan dan keluar menuju arah Lumba-lumba.
Dengan pola tersebut, arus kendaraan tidak lagi terkonsentrasi di Sungai Dama sebagaimana kondisi yang terjadi saat ini.
"Kita buat satu arah. Jadi yang dari Jalan Alimuddin itu masuk ke dalam terowongan tersebut lalu keluar. Jadi tidak terfokus lagi ke Sungai Damak. Yang saat ini kan keluarnya dari semua arah ke Sungai Damak," ujar Manalu.
Ia menambahkan bahwa kondisi yang terjadi saat ini membuat kendaraan dari Jalan Alimuddin masuk ke kawasan Sungai Dama sehingga memicu kemacetan pada titik tertentu. Dengan adanya terowongan, distribusi kendaraan diharapkan menjadi lebih merata.
"Yang dari Alimuddin kondisi existing itu masuk ke Sungai Dama sehingga terjadilah kerucut. Nah yang di Batu Sungai Damak kan sudah satu arah. Jadi semua itu nanti akan jadi masuk satu arah. Yang dari terowongan itu juga satu arah," katanya.
Dalam skema yang dirancang, kendaraan hanya dapat melintas dari arah Alimuddin menuju Lumba-lumba. Sistem tersebut dipilih untuk memastikan arus lalu lintas lebih teratur setelah terowongan beroperasi.
Selain pengaturan arus di terowongan, Dinas Perhubungan juga akan mengevaluasi kondisi jalan kolektor dan jalan lokal di sekitar kawasan tersebut. Evaluasi ini dilakukan setelah terowongan beroperasi dan data pergerakan kendaraan dapat dianalisis secara lebih menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya belum dapat memastikan perubahan apa saja yang akan diterapkan pada jalan-jalan di sekitar kawasan tersebut karena kondisi lalu lintas setelah terowongan beroperasi belum terlihat secara nyata.
"Untuk jalan-jalan kolektor lokal ini kami evaluasi lebih lanjut karena kan ini kita belum melihat kondisi existing sekarang bagaimana terkait dengan pergerakan dan distribusi perjalanan yang ada," kata Manalu.
Ia mengatakan bahwa kemungkinan perubahan pada ruas jalan akan dipertimbangkan setelah distribusi perjalanan kendaraan dapat dipetakan dengan lebih jelas. Kajian tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk mengambil kebijakan lanjutan terkait manajemen lalu lintas.
"Kalau terkait dengan perbaikan jalan itu kan kami juga akan merekomendasikan ke DPR. Tetapi terkait dengan manajemen lalu lintas setelah kondisi beroperasi nanti terowongan ini akan kita kaji lebih lanjut. Kenapa? Karena kan kita belum melihat terkait dengan distribusi perjalanannya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami
Terkini
-
Hubungi Nomor Call Center 133 Jika Pengguna Jalan Alami Kondisi Darurat
-
Dishub Samarinda Siapkan Skema Satu Arah di Terowongan untuk Atur Lalu Lintas
-
BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik dengan 238 Bus di Stadion GBK Jakarta
-
Mobil Land Rover Wali Kota Samarinda Ternyata Sewa, Ini Penjelasan Pemkot
-
Penumpang Sepi, 5 Perusahaan Bus di Samarinda Berhenti Operasi