- Kementerian Keuangan memberikan modal Rp18,6 miliar ke pelaku usaha ultramikro (UMi) di Kaltim.
- Uang APBN tersebut pada Januari-Februari 2026 dikucurkan guna meningkatkan kapasitas usaha.
- Pelaku usaha tidak hanya mendapatkan dana pinjaman, namun juga memperoleh pendampingan.
SuaraKaltim.id - Kementerian Keuangan menyalurkan modal Rp18,6 miliar untuk 2.954 pelaku usaha ultramikro (UMi) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari-Februari 2026.
Modal tersebut dikucurkan guna meningkatkan kapasitas usaha, mendorong kemandirian ekonomi, serta memperkuat daya saing.
"Manfaat penyaluran UMi antara lain untuk mempermudah akses tambahan modal usaha, sehingga mereka bisa membeli peralatan guna meningkatkan kualitas produk dan pendapatan," ujar Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim Tjahjo Purnomo dikutip dari Antara, Minggu (5/4/2026).
Ia menyebut bahwa dalam pemanfaatan UMi, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan dana pinjaman, namun mereka juga memperoleh pendampingan berupa pelatihan dan pembinaan untuk naik kelas, sehingga sebagian besar pelaku lancar dalam mengembalikan pinjaman.
Modal usaha senilai Rp18,6 miliar ini untuk berbagai kegiatan usaha mulai dari usaha perdagangan mikro hingga pertanian, tetapi ada tiga kelompok usaha dengan serapan modal terbesar, yakni sektor perdagangan dengan menyerap modal mencapai Rp17,84 miliar untuk 2.883 debitur/pelaku usaha.
Kemudian, untuk usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang menyerap modal senilai Rp200 juta untuk 20 pelaku usaha, serta di sektor industri pengolahan menyerap modal senilai Rp180 juta dengan pemanfaat sebanyak 15 debitur.
"Tingginya aktivitas ekonomi berbasis usaha kecil seperti warung, perdagangan hasil pertanian, dan usaha rumahan mendorong kebutuhan pembiayaan skala mikro yang mudah diakses. Sektor perdagangan tetap menjadi dominan karena karakter usahanya sederhana, perputaran cepat, serta kebutuhan modal yang relatif kecil," katanya.
Tjahjo juga mengatakan dari total UMi untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim yang terserap di periode Januari-Februari tersebut, penyaluran terbesar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, sejalan dengan besarnya jumlah pelaku usaha ultra mikro di wilayah tersebut yang tersebar hingga ke kecamatan dan desa-desa.
"Dari total Rp18,6 miliar UMi yang terserap di Kaltim, Kutai Kartanegara di urutan pertama dengan serapan Rp4,15 miliar, disusul Kota Samarinda Rp3,61 miliar, Kota Balikpapan menyerap Rp3,43 miliar, Kabupaten Penajam Paser Utara menyerap Rp2,85 miliar, dan terbanyak ke-lima adalah pelaku UMi di Kabupaten Paser dengan serapan Rp1,63 miliar," ujar Tjahjo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Hadirkan Kejutan Haru Bagi PMI Yuni Lestari di Taiwan Lewat Program "Tali Kasih"
-
BRI Hadirkan Layanan Perbankan 24 Jam Untuk PMI Lewat BRImo Taiwan
-
BPBD Kota Samarinda Petakan Kawasan Rawan Kabut Asap Dampak Karhutla
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan