- Kawasan Kantor Gubernur Kaltim dipasang kawat berduri pada Senin (20/4/2026) malam.
- Pemasangan tersebut menjelang aksi massa menuntut kebijakan Pemprov Kaltim pada 21 April.
- Setidaknya ada 5 mobil polisi yang berada di lokasi, beberapa membawa muatan kawat berduri.
SuaraKaltim.id - Jelang aksi demonstrasi masif pada tanggal 21 April, Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Shalat Istighosah Berjamaah di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda Ulu, pada Senin (20/4/2026) malam.
Pemantauan di lapangan, terjadi peningkatan pengamanan di kawasan Kantor Gubernur menjelang rencana aksi demo 21 April.
Sekitar pukul 20.00 WITA, sebagian besar pagar di area kantor gubernur terlihat dipasangi kawat berduri. Di atas pagar, tampak tambahan besi yang digunakan untuk menopang kawat berduri tersebut.
Pemasangan pengamanan ini berlangsung di sejumlah titik pagar yang mengelilingi kawasan kantor gubernur.
Kondisi ini berbeda dari situasi pada hari hari sebelumnya, ketika area tersebut tidak dilengkapi pengamanan tambahan seperti kawat berduri.
Sekitar pukul 22.00 WITA, aktivitas di dalam kawasan kantor gubernur juga menunjukkan peningkatan kehadiran aparat kepolisian. Sejumlah petugas terlihat bersiaga di dalam area tersebut.
Setidaknya terdapat lima mobil polisi yang berada di lokasi. Beberapa kendaraan tersebut terlihat membawa muatan kawat berduri, meskipun bentuknya berbeda dengan yang telah terpasang di pagar.
Kehadiran kendaraan dan perlengkapan ini mengindikasikan adanya persiapan pengamanan tambahan.
Jumlah personel yang berada di dalam kawasan kantor gubernur diperkirakan mencapai sekitar 30 orang. Mereka tersebar di beberapa titik dalam area tersebut, memperlihatkan kesiapan pengamanan menjelang kegiatan yang berpotensi melibatkan massa.
Peningkatan aktivitas ini dinilai tidak lazim jika dibandingkan dengan kondisi kantor gubernur pada malam hari sebelumnya.
Intensitas kehadiran aparat dan pemasangan pengamanan tambahan menjadi indikator adanya langkah antisipasi terhadap potensi situasi yang berkembang.
Selama pemantauan berlangsung, terdapat informasi dari warga mengenai titik temu bagi massa aksi demonstran yang direncanakan berlangsung pada 21 April. Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh warga di sekitar lokasi.
Selain itu, sejumlah warga juga terlihat membuat konten ajakan kepada masyarakat untuk lebih kritis. Ajakan tersebut disampaikan melalui berbagai platform yang digunakan warga untuk menyebarkan informasi terkait rencana aksi.
Belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai detail pengamanan yang dilakukan di Kantor Gubernur Kaltim.
Namun, peningkatan aktivitas ini terjadi berdekatan dengan waktu pelaksanaan aksi demonstrasi yang direncanakan berlangsung pada 21 April.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026