- Kantor Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disambangi KPK pada Jumat (24/4/2026).
- Kedatangan KPK itu guna memperkuat koordinasi hingga pencegahan korupsi.
- Pemprov Kaltim menargetkan perbaikan signifikan pada skor integritas tahun ini.
SuaraKaltim.id - Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud didatangi Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (24/4/2026).
Gubernur Kalti, Rudy Mas'ud menyampaikan komitmennya dalam diawasi secara total guna memastikan tata kelola keuangan dan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Dia berharap pendampingan KPK dapat menghindarkan jajarannya dari potensi tindak pidana korupsi.
"Perencanaan ke depan harus lebih hati-hati dan berbasis kebutuhan," ujar Rudy dilansir dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Gubernur meminta KPK terus memberikan asistensi pada delapan area intervensi Monitoring Center for Prevention (MCP).
Fokus utama pembenahan akan dilakukan pada aspek perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pengamanan aset, serta optimalisasi pajak daerah.
Berdasarkan data tahun 2025, capaian MCP Kaltim berhasil melampaui target, yakni sebesar 86 persen dari target 85 persen.
Namun, skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Kaltim pada periode yang sama masih berada di angka 69,78.
Pemprov Kaltim menargetkan perbaikan signifikan pada skor SPI tahun ini. Rudy optimistis dengan tindak lanjut atas rekomendasi KPK, skor integritas Kaltim dapat merangkak naik ke angka 75 persen pada tahun 2027 mendatang.
"Kami berkomitmen penuh dalam sinergi dan koordinasi pencegahan korupsi," tegas Rudy.
Diketahui, kedatangan KPK guna memperkuat koordinasi, supervisi, dan pencegahan (Korsupgah) korupsi di lingkungan Pemprov Kaltim.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) IV KPK, Andy Purwana menekankan bahwa perencanaan merupakan kunci utama dalam kesuksesan pembangunan.
KPK mengingatkan bahwa kegagalan dalam tahap perencanaan sama saja dengan merencanakan kegagalan pembangunan itu sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih