- ITB mengadakan workshop pemanfaatan papan interaktif digital bagi 128 guru dan kepala sekolah di Kukar pada 2025.
- Pemerintah telah menyalurkan 3.900 unit papan interaktif digital untuk memperkuat transformasi pendidikan di sekolah-sekolah Kaltim.
- Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru menggunakan teknologi demi mendukung kesiapan SDM di wilayah penyangga IKN.
Distribusi perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekolah terhadap teknologi pembelajaran. Namun, menurut Wiwik, ketersediaan perangkat harus diikuti dengan kemampuan guru dalam menggunakannya secara kreatif.
"Pak Presiden sendiri memang ingin menambah. Tahun 2025 kemarin setiap sekolah mendapatkan minimal satu unit tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta. Kemudian ke depan juga ingin menambah dua unit lagi untuk setiap sekolah," kata dia.
Wiwik mengakui pemanfaatan PID di sejumlah sekolah masih terbatas pada penggunaan teknologi yang bersifat satu arah.
"Sebagian masih menggunakan PowerPoint atau langsung mengakses YouTube dan Google. Padahal bagaimana menciptakan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan PID itu yang perlu terus didukung. Karena itu pengabdian masyarakat dari ITB ini sangat membantu kami," ujarnya.
Guru Kukar Disiapkan Hadapi Era IKN
Penguatan kapasitas guru juga mendapat perhatian dari Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.
Ia mengatakan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perlu ditempatkan sebagai bagian dari peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
"AI sekarang sebenarnya bisa digunakan sebagai asisten guru. Karena AI berkembang begitu pesat, maka kita harus terus meningkatkan dan mengasah keterampilan menggunakannya sebagai asisten dalam proses pembelajaran," kata Hetifah.
Menurutnya, AI tidak semestinya hanya dipandang dari sisi kekhawatiran terhadap plagiarisme maupun berkurangnya kemampuan berpikir peserta didik.
"Padahal justru sebaliknya. AI bisa digunakan untuk menciptakan berbagai konten yang meningkatkan kerja sama, meningkatkan partisipasi, dan membuat pembelajaran lebih interaktif. Guru guru tentu harus menguasai cara menggunakannya sekaligus mengetahui hal hal yang harus dihindari," ujarnya.
Hetifah juga menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak berarti menghilangkan posisi guru dalam pendidikan.
"Guru guru jangan khawatir bahwa fungsinya akan tergantikan oleh AI. Guru yang tidak menggunakan AI tidak akan bisa menyaingi guru yang menggunakan AI. Guru yang menggunakan AI akan lebih disukai oleh anak anak," katanya.
Menurut Hetifah, kebutuhan terhadap guru yang adaptif terhadap teknologi menjadi semakin relevan bagi Kukar karena posisinya yang berada di sekitar kawasan IKN.
Ia menilai pembangunan IKN dengan konsep kota cerdas membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan teknologi.
"Dengan adanya IKN yang akan menjadi smart city, maka Kutai Kartanegara harus memberikan yang terbaik untuk bisa berkontribusi terhadap pengembangan Kalimantan Timur dan IKN," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Aksi Mahasiswa di Kantor PLN Samarinda Ricuh, Polisi Kerahkan Water Cannon
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud