Dianggap Langgar Lalu Lintas, Pebalap Lari di Samarinda Berharap Turnamen

Konsep balap lari liar, sama seperti balap lari pada umumnya. Ada ukuran jarak dan kualitas pebalapnya. Namun, lomba ini dilarang karena dianggap mengganggu lalu lintas

Yovanda Noni
Senin, 21 September 2020 | 10:36 WIB
Dianggap Langgar Lalu Lintas, Pebalap Lari di Samarinda Berharap Turnamen
Dua orang pebalap lari liar adu lari berjarak 100 meter di Jalan Raya Ciri Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor , Jawa Barat, Sabtu dini hari (12/9/2020). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Saat ini, kata dia, hal yang paling menyedihkan adalah di samarinda tidak ada pejabat yang paham bagaimana kebutuhan anak-anak muda.

Ketika lomba balap liar viral, pemerintah tidak memberi ruang untuk lomba. Meski ada trek balapan yang dibangun di beberapa tempat, namun tidak boleh digunakan masyarakat sembarangan.

“Pernah baca berita di Jateng, Gubernurnya siap bikin pertandingan untuk anak-anak muda di sana. Sedangkan kami di sini? Tidak ada yang perhatian. Malah kemarin, Polisi bikin pengumuman soal pidana. Jadi kayak merasa enggak diperhatikan saja,” ungkapnya.

Sebagai warga Kota samarinda yang sudah berusia 19 tahun, Wisma membutuhkan wadah turnamen lomba balap lari yang berizin. Jika saat ini lomba lari dianggap pidana, lanjut dia, maka pemerintah wajib mengadakan kompetisi lari yang sebenarnya.

Baca Juga:Dianggap Ilegal, CEL Inisiator Info Balap Lari Solo Urus Izin ke Polisi

“Kita enggak butuh hadiah yang bagus-bagus, piala dan medali itu sudah cukup. Kami hanya ingin membuktikan kalau kami juga bisa jadi atlet,” ujarnya.

Untuk setiap perlombaan, lanjut dia, ada tempat pendaftaran khusus. Salah satunya dengan mendaftar melalui akun instagram pelari Samarinda. Cukup meninggalkan pesan, sebut nama, alamat dan lokasi perlombaan yang akan diikuti.

“Ada akun instagram khusus yang menjadi admin pendaftaran lari. Akun itu juga mengumumkan, jadwal-jadwal perlombaan yang akan digelar. Semua pendaftar wajib menyertakan ukuran tinggi  dan berat badan. Akun tersebut nantinya yang akan mencarikan lawan yang seimbang,” katanya.

Ketika Polresta Samarinda mengumumkan larangan balap lari, Wisma sangat kecewa. Menurut dia, balap lari tidak akan melanggar lalu lintas, jika diberi tempat untuk lomba. Selain itu, lomba balap lari tidak berbahaya.

“Kita enggak seperti yang dibayangkan kok, kita hanya menyalurkan hobi. Sangat bersyukur kalau Walikota Samarinda mau bikin turnamen lari buat kami,” harapnya.

Baca Juga:Tren Balap Lari Liar di Jogja, Bukan untuk Kesehatan tapi Pertemanan

Diketahui, balap lari malam di Kota Samarinda diikuti tidak hanya remaja laki-laki. tapi juga perempuan. Sejak marak dilakukan, Polresta Samarinda memberi peringatan ancaman pidana bagi pelanggar yang mengganggu lalu lintas jalan raya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini