Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seekor Lumba-lumba Ditemukan Mati di Sungai Segah Berau

Yovanda Noni Senin, 21 September 2020 | 11:54 WIB

Seekor Lumba-lumba Ditemukan Mati di Sungai Segah Berau
Bangkai lumba-lumba hidung botol dievakuasi ke darat setelah terombang-ambing di Sungai Segah

Bangkai mamalia tersebut adalahlumba-lumba jenis hidung botol.Diduga, lumba-lumba itu tersesat hingga ke Sungai Segah dan terpisah dari rombongannya.

SuaraKaltim.id - Seekor lumba-lumba ditemukan mati di Sungai segah, Kabupaten Berau.

Bangkai itu pertama kali ditemukan oleh warga Tanjung Redeb, Berau, tepatnya di Jl Kartini, Sabtu (19/9/2020) malam.

Dikatakan salah satu saksi mata, Ahmad Sabir (47), lumba-lumba itu pertama kali terlihat oleh warga Segah yang sedang melewati jembatan. Kemudian, berita tersebut viral karena ada beberapa warga yang mengunggah bangkai tersebut di medsos.

“Karena ramai-ramai warga melihat, saya juga singgah. Banyak yang mengira itu pesut seperti yang ada di Sungai mahakam Samarinda, ternyata itu lumba-lumba,” katanya (21/9/2020).

Pada saat ditemukan, bangkai itu terombang-ambing di sungai. Warga lantas mengevakuasi ke darat.

“Tentu sebagai warga Berau kami sangat kecewa, ada spesies langka yang mati. Saya pun sebenarnya sangat langka, melihat ada lumba-lumba di Sungai Berau. Biasanya Hiu Paus yang sering terdampar itu di laut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau, Dheny Margiono membenarkan jika bangkai mamalia tersebut adalah lumba-lumba jenis hidung botol. Diduga, lumba-lumba itu tersesat hingga ke Sungai Segah dan terpisah dari rombongannya.

“Kami sudah konsultasi dengan ahli, dan benar bangkai itu adalah lumba-lumba hidung botol. Diduga lumba-lumba itu tersesat dan terpisah dari rombongannya. Karena terjadi gangguan pada sonar atau gelombang suara yang dihasilkan dan dipantulkan untuk mendeteksi lingkungan,” jelasnya.

Disebutkan dia, lumba-lumba itu berukuran panjang 240 cm dengan lingkar badan 125 cm. Saat ini, bangkai lumba-lumba itu sudah ditangani petugas BKSDA.

“Mungkin saja, lumba-lumba ini sakit atau ada penyebab lain yang menyebabkan dia tersesat ke sungai karena tak bisa menentukan jarak. Saat ini sudah ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait