Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah atau Migrain

Meskipun tidak mengancam jiwa, migrain dapat mengganggu kualitas hidup.

Risna Halidi | Lilis Varwati
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah atau Migrain
Ilustrasi orang sakit kepala (Pixabay/geralt)

SuaraKaltim.id - Migrain atau sakit kepala sebelah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga sebelumnya. Umumnya, sakit kepala sebelah bisa berlangsung dari empat hingga 72 jam dan terjadi dalam beberapa kali seminggu atau setiap bulan. 

Penderita sering kali harus menunda aktivitas dan bisa berdampak buruk pada kehidupan sosial, hubungan, dan pekerjaan. Namun kondisinya masih kurang diteliti dan sering dianggap 'hanya sakit kepala'.

Meskipun tidak mengancam jiwa, migrain dapat merusak kehidupan. Penyebab pasti migrain belum diketahui, tetapi diduga terkait dengan aktivitas abnormal di otak yang terkait dengan pembawa pesan kimiawi dan pembuluh darah.

Kondisi ini juga memiliki hubungan genetik yang kuat dan ada sejumlah pemicu yang diketahui. Termasuk perubahan hormonal yang terkait dengan siklus menstruasi, serta pil kombinasi dan HRT, itulah sebabnya migrain lebih sering terjadi pada perempuan.

Baca Juga:Asal Tidak Berlebihan, Kafein Bisa Meredakan Sakit Kepala

Masalah emosional seperti stres, kecemasan, dan kelelahan dapat memicu serangan. Penderita juga menyebut alkohol, kafein, coklat, keju, dan faktor lingkungan seperti layar yang berkedip-kedip, bau yang kuat, dan cahaya terang sebagai pemicunya.

Gejala migrain yang khas biasanya nyeri parah, berdenyut, dan berulang di satu sisi kepala. Nyeri ini sering kali disertai dengan gangguan penglihatan, mual dan muntah, pusing dan sangat sensitif terhadap suara, cahaya dan sentuhan.

Sekitar seperempat penderita mengalami apa yang dikenal sebagai 'aura' yang bermanifestasi sebagai kilatan cahaya, titik buta dan sensasi semutan di wajah.

Untuk meredakan rasa sakit karena migrain, Anda bisa lakukan beberapa cara berikut ini, sebagaimana dialihbahasakan dari Mirror.

1. Pereda nyeri yang dijual bebas seperti parasetamol, aspirin, dan kodein dapat membantu. Dokter dapat meresepkan obat penghilang rasa sakit dan antiemetik yang lebih kuat untuk meredakan mual dan penyakit.

Baca Juga:Cokelat dan Keju Bisa Bikin Anak Sakit Kepala, Benarkah?

2. Botoks yang disuntikkan ke kepala dan leher bisa menjadi pengobatan yang efektif, tetapi hanya jika dilakukan oleh spesialis sakit kepala.

3. Stimulasi saraf oksipital (ONS) menggunakan perangkat medis kecil yang ditanamkan di bawah kulit kepala untuk mengirimkan impuls listrik ringan ke kelompok saraf yang berfungsi kendalikan rasa sakit. Perangkat ini didukung oleh baterai kecil yang ditanamkan di dada.

Hasilnya bervariasi tetapi kebanyakan orang melaporkan pengurangan rasa sakit sebesar 50 persen. ONS tidak menyembuhkan sumber rasa sakit, tetapi bekerja untuk mengalihkan saraf untuk meredakannya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini