Demonstran Penolak Omnibus Law Ditangkap Polisi yang Menyamar Jadi Wartawan

Mereka yang ditangkap pun mendapat perlakuan represif.

Chandra Iswinarno
Kamis, 05 November 2020 | 19:15 WIB
Demonstran Penolak Omnibus Law Ditangkap Polisi yang Menyamar Jadi Wartawan
Massa aksi penolak Omnibus Law di Samarinda dipukul mundur aparat. [Suara.com/Alisha Aditya]

Tak terima melihat rekannya ditangkap, para demonstran mulai menghujani petugas dengan lemparan batu. Kondisi yang kian memanas ini akhirnya membuat petugas kepolisian mengerahkan water canon.

Mobil water canon bersama puluhan polisi mengenakan alat pelindung diri lengkap mulai memukul mundur barisan massa.

"Rapatkan barisan, satu komando. Ikuti perintah saya," seru seorang polisi yang memimpin pasukannya. "Maju," tambahnya dengan nada yang meninggi.

Polisi pun memaksa massa aksi mundur. Namun dari kejauhan sebagian massa terus melemparkan batu ke arah petugas. Gas air mata pun ditembakan secara bertubi-tubi. Para demonstran semakin tunggang langgang menuju Simpang Tiga Tengkawang.

Baca Juga:Tolak Omnibus Law, 15 Ribu Buruh di Jatim Kembali Geruduk Kantor Gubernur

Tak berhenti sampai di situ, massa yang masih terus berkumpul dipaksa petugas untuk cepat membubarkan diri. Tembakan gas air mata dan tembakan air dari mobil water canon pun membanjiri Jalan Tengkawang.

Tak hanya polisi yang menggunakan alat pelindung diri lengkap, namun belasan motor trail petugas Batalyon B Pelopor Brimob Polda Kaltim juga terus memaksa massa aksi untuk mundur. Sekira satu kilometer dari arah simpang tiga Tengkawang ke simpang tiga Jalan Ulin.

Massa aksi penolak Omnibus Law ditembak water canon cari arah dalam Gedung DPRD Kaltim. [Suara.com/Alisha Aditya]
Massa aksi penolak Omnibus Law ditembak water canon cari arah dalam Gedung DPRD Kaltim. [Suara.com/Alisha Aditya]

Sekira pukul 17.56 WITA terlihat suasana mulai dapat dikuasai petugas kepolisian. Massa aksi pun tak lagi terlihat dan diduga menarik diri ke titik kumpul mereka di halaman Masjid Islamic Center.

Perlahan arus lalu lintas pun mulai lancar kembali ruas jalan Teuku Umar, MT Haryono dan Tengkawang pun kembali dipadati kendaraan.

Dari aksi kali ini, petugas menangkap 10 demonstran, enam di antaranya diduga kelompok anarko. Sementara empat sisanya diketahui masih berstatus pelajar dikenakan sanksi pembinaan dan langsung dibebaskan pada malam ini.

Baca Juga:Buntut Aksi Tolak Omnibus Law, Ketua BEM Se-Kalsel Malah Diperiksa Polisi

"Kami amankan enam orang. Satu di antaranya membasa sajam (senjata tajam)," ucap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasubbag Humas, AKP Anisa Prastiwi pukul 18.50 WITA.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini