Investor Tak Berani Masuk Kaltim, Pemprov Minta Pusat Lakukan Ini

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kaltim mengalami deflasi sepanjang Agustus sebesar 0,17 persen.

Chandra Iswinarno
Senin, 09 November 2020 | 10:46 WIB
Investor Tak Berani Masuk Kaltim, Pemprov Minta Pusat Lakukan Ini
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi saat melakukan rapat di kantor Gubernur Kaltim. [Antara]

SuaraKaltim.id - Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga mendekati akhir tahun, berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian di daerah. Tak terkecuali dengan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bahkan, Pemprov Kaltim mengemukakan, saat banyak investasi yang mandek di provinsi berjuluk Bumi Etam tersebut.

"Kondisi di Kaltim saat ini para investor sudah tidak ada yang berani untuk melakukan investasi, karena fakta kondisi ekonomi lagi sulit," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi seperti dilansir Antara di Samarinda, Minggu (8/11/2020).

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga berharap komitmen pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi secara nasional di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:Pemprov Kaltim Minta Pemerintah Pusat Selesaikan Jembatan Pulau Balang

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kaltim mengalami deflasi sepanjang Agustus sebesar 0,17 persen.

Apabila dilihat secara tahunan (year on year), inflasi di Kaltim mencatat 0,62 persen dan secara tahun kalender sebesar 0,75 persen.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh tiga kelompok pengeluaran yakni kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 0,99 persen diikuti kelompok transportasi sebesar -0,45 persen dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Adapun kelompok lainnya menunjukkan peningkatan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,21 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,20 persen, kelompok lengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen.

Sementara kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok rekreasi olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,06 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.

Baca Juga:Jelang Hari Pahlawan, Kasus Positif Covid di Kaltim Tambah 201 Pasien

Abu Helmi juga berharap pemerintah pusat mengupayakan transformasi digital dalam menghadapi era industri 4.0.

"Kami juga mengharapkan agar Kabupaten dan kota segera mendistribusikan anggaran sehingga terserap secepat mungkin, agar perputaran perekonomian di masyarakat tetap berjalan di masa pandemi Covid-19 ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini