alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Habisi Satu Orang dan Diduga Kanibal, Guru Matematika Dicokok

Fitri Asta Pramesti | Rima Suliastini Sabtu, 21 November 2020 | 19:15 WIB

Habisi Satu Orang dan Diduga Kanibal, Guru Matematika Dicokok
Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)

Di kediaman sang guru, ditemukan barang bukti berupa pisau, gergaji pemotong tulang yang digunakan oleh ahli bedah dan kulkas yang sangat besar

SuaraKaltim.id - Seorang guru matematika ditangkap kepolisian Jerman setelah kedapatan membunuh seseorang dan dicurigai melakukan aksi kanibalisme. 

Pria berusia 41 tahun ini diduga merupakan seorang kanibal usai kepolisian menemukan luka bekas gigitan di tulang korban.  

Menyadur The Guardian, Sabtu (21/11/2020), pria yang identitasnya masih dirahasiakan ini ditangkap pada hari Kamis karena dicurigai membunuh dengan motif seksual. Ia ditangkap di apartemen dekat lokasi tulang korban ditemukan.

Di apartemen tersebut, ditemukan barang bukti berupa pisau, gergaji pemotong tulang yang digunakan oleh ahli bedah dan kotak pendingin yang sangat besar.

Surat kabar Bild melaporkan bahwa para penyelidik juga menemukan 25 kg natrium hidroksida, sebuah reagen yang dapat digunakan untuk melarutkan jaringan tubuh.

Juru Bicara Kantor Kejaksaan Berlin, Martin Steltner mengatakan pria yang juga mengajar kimia ini memiliki minat pada kanibalisme. Ia juga mengatakan tidak jelas apakah korban juga memiliki kepentingan kanibalisme.

Ilustrasi pembunuhan. (Shutterstock)
Ilustrasi korban pembunuhan. (Shutterstock)

Kedua pria adalah orang Jerman yang pernah berhubungan satu sama lain secara online melalui forum obrolan yang disebut Planet Romeo, menurut sebuah laporan di Der Spiegel.

Korban diketahui sebagai teknisi tegangan tinggi berusia 44 tahun yang hilang dari apartemen di distrik Lichtenberg Berlin pada 5 September.

Pada 8 November, seorang pejalan menemukan sisa-sisa kerangka kaki korban di lapangan di pinggiran utara Berlin, dekat perbatasan dengan negara bagian Brandenburg.

Di bagian tulang, peneliti menemukan bekas gigitan, meskipun mereka mengatakan masih belum jelas apakah itu manusia atau dari hewan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait