Pasien Diabetes Ingin Makan Makanan Manis? Ini Pesan dari Dokter Gizi

Dokter gizi mengatakan pasien diabetes boleh-boleh saja mengonsumsi makanan manis. Tapi ada syaratnya. Apa itu?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Minggu, 22 November 2020 | 16:54 WIB
Pasien Diabetes Ingin Makan Makanan Manis? Ini Pesan dari Dokter Gizi
Ilustrasi pasien diabetes. (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Makanan manis ditakuti oleh pasien diabetes karena bisa menaikkan kadar gula darah secara cepat.

Meski begitu, dokter spesialis gizi klinik, dr. Ade Erni M. Gizi. Sp.GK., mengatakan pasien diabetes melitus sebenarnya masih diperbolehkan mengonsumsi makanan manis.

Sebab bagaimana pun juga, tubuh manusia tetap membutuhkan glukosa, yang terkandung pada makanan manis.

"Sel-sel dalam tubuh, seperti sel saraf, anak ginjal, kemudian eritrosit, itu sangat perlu glukosa," kata dokter Ade dalam webinat 'Myth and Fact About Nutrition and Sport', Minggu (22/11/2020).

Baca Juga:Cocok untuk Penderita Diabetes, Ini 4 Rekomendasi Buah Rendah Gula

Menurut Ade, jika pasien diabetes melitus terlalu membatasi asupan gula seringkali mengalami hipoglikemi, atau gula darah rendah. Efeknya, pasien menjadi lemas.

"Kalau pasien diabet mengalami hipoglikemi dan dalam keadaan sadar justu obatnya adalah yang manis. Jadi justru pantangan itu diambil dan dimakan dengan catatan pasien dalam kondisi sadar. Apa pun itu mau permen, gula, roti," tuturnya.

Namun, yang sering disalahartikan oleh masyarakat perbedaan antara makanan manis dan karbohidat.

Ade menjelaskan, karbohidrat bisa meningkatkan gula darah. Tetapi karbohidrat terbagi menjadi karbohidrat kompleks dan simpleks.

Ia menyarankan pasien diabetes sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks yang mengandung lebih banyak serat dan nutrisi seperti nasi, kentang, ubi, dan singkong.

Baca Juga:Amerika dan Singapura Tarik Obat Diabetes Metformin, Bagaimana Indonesia?

Sementara karbohidrat simpleks yang berasal dari gula harus dibatasi asupan per hari.

Agar lebih jelas, Ade menyarankan sebaiknya pasien mengonsultasikan dengan dokter terkait porsi 5 persen gula yang boleh dikonsumsi.

Menurutnya kebutuhan kalori setiap orang pasti berbeda, tergantung dari berat badan, imunitas, juga aktivitas fisik yang dilakukan.

"Makanan manis berasal dari gula masih bisa diberikan kurang dari 5 persen dari kebutuhan kalori orang tersebut. Jadi masih boleh konsumsi teh dengan gula biasa dengan catatan kurang dari 5 persen. Kalaupun masih dibolehkan tetap harus konsumsi obat gula atau pun insulin dengan teratur. Itu yang mengontrol kondisi gula darah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini