Hasil Studi di Inggris Prediksi Risiko Kekambuhan Kanker Anak

Dikatakan bahwa pasien kanker anak sangat mungkin mengalami kekambuhan ketika dewasa.

Vania Rossa | Lilis Varwati
Sabtu, 05 Desember 2020 | 17:39 WIB
Hasil Studi di Inggris Prediksi Risiko Kekambuhan Kanker Anak
Ilustrasi kanker anak. (Shutterstock)

SuaraKaltim.id - Kekambuhan kanker adalah sesuatu yang umum terjadi. Namun, baru-baru ini peneliti di Inggris menemukan bahwa pasien kanker anak sangat mungkin mengalami kekambuhan ketika dewasa. Hasil studi ini diharapkan dapat membantu dokter menyesuaikan pengobatan pada setiap anak serta meningkatkan prognosis mereka.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Newcastle, Inggris, menunjukkan bahwa para ahli sekarang dapat mengidentifikasi waktu, sifat, dan hasil medulloblastoma kambuh dengan menggunakan biologi penyakit saat diagnosis termasuk terapi awal yang diterima.

Medulloblastoma adalah tumor otak ganas yang paling umum di antara anak-anak. Kekambuhannya mengikuti pengobatan awal yang melibatkan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, yang semuanya bisa menjadi prognosis yang buruk bagi setiap anak.

Menurut para ahli, sekitar 250 hingga 500 anak didiagnosis dengan medulloblastoma setiap tahun dan sebagian besar berusia di bawah 16 tahun.

Baca Juga:Support Mental Pasien Kanker, Anak Ini Potong Rambut Panjangnya

Itulah sebabnya, penelitian Newcastle mengidentifikasi pasien mana yang paling berisiko terhadap penyakit dan juga memberikan kemampuan untuk menyempurnakan pengobatan.

Para peneliti memantau 247 pasien muda di seluruh dunia yang pernah mengalami medulloblastoma kambuh untuk penelitian tersebut.

Temuan studi ini dapat segera diterapkan di klinik medis untuk membantu dalam pemantauan penyakit, keputusan pengobatan lanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup anak setelah kambuh.

Hal ini diharapkan dapat mengembangkan pengobatan lebih lanjut untuk pasien yang didiagnosis dengan medulloblastoma dan meningkatkan hasil klinis mereka.

"Studi ini memungkinkan kami untuk melakukan pengawasan penyakit yang diarahkan secara biologi setelah pengobatan awal. Dengan kata lain, untuk mengumpulkan dan menganalisis sejumlah besar data tentang tumor pasien, mencari jenis kambuh tertentu pada kelompok pasien tertentu," kata Profesor Steve Clifford, Direktur Pusat Kanker Universitas Newcastle dan pemimpin penelitian dikutip dari Asia One.

Baca Juga:Indra Bekti Kembali Menjadi Duta Kanker Anak

Dia juga menguraikan tentang bagaimana temuan mereka sekarang dapat memprediksi perjalanan penyakit setelah kambuh dan perawatan yang disesuaikan. Juga memungkinkan dokter memiliki pendekatan yang lebih personal terhadap pasien mereka berdasarkan penyakit masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini