"Demi menemui saya untuk konsultasi atau tindakan di pagi hari, mereka berangkat naik bus pukul 02.00 dini hari. Bayangkan panjang ritual bayi tabung dan dituntut untuk tepat waktu dalam suntik, dan lain-lain," sambungnya.
Sebelumnya, pasangan yang sehari-hari berjualan keripik singkong di Komplek Asta Tinggi ini harus menunggu selama satu tahun untuk menunggu embrio dapat ditransfer ke rahim.
"Ketika berhasil hamil, saya masih ingat momen penuh haru tsb, tidak banyak kata, tapi penuh tetesan air mata bahagia," imbuh Benediktus.
Setelah dibagikan, unggahan Benediktus ini lantas viral dan memancing beragam reaksi dari warganet yang ikut kagum dengan kisah Su'udiyah dan Somidi.
Baca Juga:Ajari Anak-anak Afrika Mengaji, Aksi Pasukan PBB Asal Aceh Banjir Pujian
"Bacanya ikutan terharu, sangat menginspirasi dokter. Semoga saya segera menyusul," tulis seorang warganet.
"Masya Allah.. lihat fotonya aja saya nangis dok, ikut ngerasain kebahagiaan mereka," kata warganet lain.
"Dok saya bacanya ikutan terharu sampe nangis bombay, Tuhan terus gunakan tangan dok ben ya buat nolongin yang lain yang sedang berjuang juga. God bless dok! Sehat-sehat ya," timpal yang lainnya.
Lihat postingan selengkapnya di sini.
Baca Juga:Bikin Ngakak! Jawaban Jujur Anak Ini: Ibunya Saat di Rumah Cuma Main TikTok