Tingkat kesadaran orang delirium akan menurun dan sebaiknya harus ada pendampingan dari pihak keluarga.
Dan, itu harus dikenali tandanya, dan perlu langsung dibawa ke tenaga medis, atau ke IGD agar segera mendapat penanganannya.
"Pertama memang perlu dilakukan tangani kondisi fisiknya maka delirium itu akan mengalami perbaikan sendirinya. Dokter psikiater juga umumnya akan memberikan obat untuk delirium tapi pengobatannya ini hanya untuk menangani kegelisahannya, dan tingkat kesadarannya," beber dia.
Andreas menegaskan delirium ini pada intinya merupakan suatu penyakit yang tidak bisa berdiri sendiri, jadi pasti akan ada penyakit terlebih dulu pada fisik seseorang tersebut.
Baca Juga:Klarifikasi Pesan Berantai Jogja Ditutup dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
Diakuinya juga di Indonesia masih belum ada laporan kasus pastinya soal pasien delirium.
Dia menuturkan delirium ini tergantung pada kerusakan otaknya seluas apa, karena bisa saja orang yang sudah sembuh akan mengalami kembali.
Dan, jika dibiarkan dengan kondisi tersebut dikhawatirkan bahwa kemungkinan bisa meninggal.
"Tapi ingat bukan deliriumnya yang mengakibatkan orang itu meninggal, tapi karena fisik pada seseorang tersebut," tutup Andreas.
Baca Juga:Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya