UAS Larang Terompet Gegara Tradisi Yahudi, Budiman Sudjatmiko Ingatkan Ini

Merespons ceramah Ustaz Abdul Somad itu, Budiman Sudjatmiko melontarkan balasan menohok

Fitri Asta Pramesti | Hernawan
Senin, 21 Desember 2020 | 15:58 WIB
UAS Larang Terompet Gegara Tradisi Yahudi, Budiman Sudjatmiko Ingatkan Ini
Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko. (Suara.com/Argo)

SuaraKaltim.id - Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko memberikan balasan soal pernyataan Ustaz Abdul Somad alias UAS tentang perayaan tahun baru bagi umat muslim dan hubungannya dengan tradisi Yahudi

Sebelumnya, UAS menyebut perayaan tahun baru masehi bukan merupakan tradisi Islam. Ia tidak menyarankan orang-orang untuk meniup  terompet berasal karena hal tersebut berasal dari tradisi Yahudi. 

Merespons ceramah Ustaz Abdul Somad itu, Budiman Sudjatmiko memberi balasan menohok dengan mencontohkan sejumlah tradisi umat Islam yang menurutnya juga berasal dari tradisi agama lain.

Budiman Sudjatmiko lewat jejaring Twitter miliknya mengurai beberapa barang yang juga termasuk dalam budaya orang-orang Yahudi maupun agama timur non Islam lainnya.

Baca Juga:Riau Siagakan 1.200 Personel Gabungan Jelang Perayaan Nataru

Tampaknya, Budiman Sudjatmiko tidak satu suara dengan UAS lantaran orang-orang Yahudi menurut dia juga memiliki tahun barunya sendiri, bukan mengikuti kalender masehi.

Utas Budiman Sudjatmiko Merespons Pernyataan UAS Soal Perayaan Tahun Baru (Twitter).
Utas Budiman Sudjatmiko Merespons Pernyataan UAS Soal Perayaan Tahun Baru (Twitter).

"Bedug yang ditabuh itu juga tradisi Buddhisme dan agama-agama timur lainnya. BTW, tahun baru Yahudi itu bukan 1 Januari. Mereka punya sendiri, namanya Rosh Hshanah. Oh ya, sunat itu juga tradisi Yahudi. Juta tak makan daging babi," tulis Budiman Sudjatmiko seperti dikutip Suara.com, menyertakan artikel berita berjudul "Tegas Sebut Rayakan Tahun Baru Haram, UAS: Terompet Tradisi Yahudi".

Lebih lanjut, Budiman Sudjatmiko menuturkan betapa pentingnya pengetahuan dan ilmu di era media sosial. Sebab, dampaknya kini bisa menjadi luas.

Oleh sebab itu, Budiman Sudjatmiko menghimbau agar hati-hati dan jangan sampai menyebarkan pengetahuan yang keliru

"Tuips... Tak berpengetahuan dan tak berilmu di era media sosial ini sungguh berbahaya. Dulu ketidaktahuan mungkin cuma berdampak di keluarga atau lingkungan terbatas. Tapi di era medsos ia berdampak luas. Hati-hati," ujar Budiman Sudjatmiko.

Baca Juga:Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda DIY Siagakan 1701 Personel

"Jangankan niat tanpa ilmu, niat baik tanpa ilmu pun bisa menimbulkan petaka. Terlebih era di media sosial. Tapi era medsos juga memberimu kesempatan belajar seluas-luasnya dan mengerti sedalam-dalamnya. Gratis pula. Asal mau, kecuali situ tidak tahu malu," sambung dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini