Polda Kaltim Tingkatkan Pengamanan, PGI Koordinasi Jelang Hari Raya Paskah

Ketua PGI Balikpapan, Elmun Rumahorbo mengatakan, pelaksanaan ibadah akan tetap berlangsung dan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sapri Maulana
Kamis, 01 April 2021 | 10:37 WIB
Polda Kaltim Tingkatkan Pengamanan, PGI Koordinasi Jelang Hari Raya Paskah
Polisi dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, usai terjadi serangan dari terduga teroris, Rabu (31/3/2021). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Sementara itu, dari dua peristiwa rentetan aksi teror baik di gereja maupun di markas kepolisian, tentu memicu kekhawatiran bagi masyarakat khusunya jemaat gereja yang akan mengelar ibadah memperingati wafatnya Isa Al-Masih pada Jumat (2/4/2021) mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Balikpapan, Elmun Rumahorbo mengatakan, pelaksanaan ibadah akan tetap berlangsung dan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Saat ini memang kondisi mengkhawatirkan pasca peristiwa yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar dan terbaru di Mabes Polri. Tapi jemaat gereja tidak perlu takut karena memang tokoh-tokoh agama bersama dengan pihak kepolisian kemarin sudah mengadakan pertemuan dan semua tokoh agama mengatakan tidak menerima perlakuan seperti itu (teror)," ujarnya kepada SuaraKaltim.id, Rabu (31/3/2021) malam.

Ditambahkannya, meski seperti itu, pihak gereja yang ingin melangsungkan ibadah tetap koordinasi dengan pihak kepolisian agar polisi bisa melakukan pengamanan.

Baca Juga:Meski Masuk Kalender Kamtibmas, Pengamanan Jelang Paskah Tetap Ditingkatkan

Tidak perlu takut karena polisi benar-benar akan melindungi dan mengayomi masyarakatnya.

"Namun kita harus perlu waspada. Karena hanya jemaat yang tahu siapa yang datang beribadah. Sekiranya ada yang tidak dikenal, bisa ditanya dengan sopan. Dan kalau memang ada yang mencurigakan, bisa koordinasi dengan pihak kepolisian. Jagan main tuduh dan langsung hakim sendiri, serahkan saja kepada pihak kepolisian," tambahnya.

Elmun juga mengatakan, sudah menyampaikan kepada gereja-gereja agar melaporkan kegiatan mereka nanti kepada pihak kepolisian.

Apakah online atau offline di gereja. Jadi harus benar-benar koordinasi agar bisa saling bersinergi terkait kemanan bersama.

"Perayaan paskah tetap diadakan, tapi gereja berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Itu sudah kami sampaikan kepada gereja-gereja. Seperti apa kegiatannya dan kapan pelaksanaanya. Jadi saling koordinasi," pungkasnya.

Baca Juga:Usai Diguncang Bom, Gereja Katedral Makassar Bersiap Sambut Paskah

Kontributor : Tuntun Siallagan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini